Tak Hanya Diekspor, Gas Natuna Kini Mengalir ke Dalam Negeri

Gas bumi Natuna yang selama ini dimanfaatkan untuk pasar ekspor akan mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) melalui PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyelesaikan pekerjaan penyambungan pipa gas bumi ruas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping. Gas yang dialirkan dari Natuna ke Pulau Pemping nantinya akan didistribusikan ke kawasan Tanjung Uncang untuk memenuhi kebutuhan energi pelaku usaha sekaligus masyarakat Kota Batam.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan penyambungan dengan teknik hot tap atau tanpa berhenti operasi ini merupakan tahapan paling krusial dalam pembangunan infrastruktur gas yang akan menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan energi domestik khususnya di Batam, Kepri.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung Astacita Presiden untuk ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi domestik. Penyelesaian ini juga menjadi tonggak bersejarah bagi sektor energi nasional.

"Untuk pertama kalinya, gas bumi Natuna yang selama ini seluruhnya dimanfaatkan untuk pasar ekspor akan mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, khususnya mendukung sistem kelistrikan di Sumatera dan Batam," ujar Rakhmad dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Proses hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama yang tetap beroperasi tanpa menghentikan aliran gas dengan laju alir sekitar 300 juta kaki per hari dan bertekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter, yang tanpa menimbulkan kebocoran, sehingga menjadi salah satu tahapan dengan tingkat risiko dan kesulitan teknis tinggi.

Rakhmad mengatakan penyelesaian hot tap menjadi pencapaian penting yang menunjukkan kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum pengaliran gas.

"Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatera dan Batam," ujarnya.

Capaian ini, lanjutnya, juga mencerminkan kesiapan teknis proyek serta sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan infrastruktur energi strategis nasional.

"Proyek selanjutnya akan memasuki tahap komisioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam," jelas Rakhmad.

 

Tahap Komisioning

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengharapkan pada minggu depan dapat dilakukan komisioning.

"Paralel saat ini, tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk komisioningnya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya," jelasnya.

Rakhmad menambahkan bagi PLN EPI, hadirnya pasokan gas Natuna akan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit PLN di Sumatera dan Batam, khususnya PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 MW dan PLTGU IPP Tanjung Uncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB) berkapasitas 109,4 MW.

PLN EPI juga telah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pasokan gas sampai dengan 111 juta kaki kubik gas per hari selama periode 2027-2037.

Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, ia menjelaskan, pemanfaatan gas bumi juga akan mengurangi risiko penggunaan bahan bakar minyak sekaligus mendukung keandalan kelistrikan dan mendukung upaya penurunan emisi.

"Selain pasokan gas dari WNEL, PLN EPI mengharapkan adanya pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam. Selain lebih efisien dan bersumber dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM," ujar Rakhmad.

 

Pasokan Gas Andal dan Efisien

Terbangunnya pipa WNTS-Pemping juga memastikan pasokan gas yang andal dan efisien untuk memperkuat daya saing Batam sebagai salah satu pusat industri, logistik, dan investasi nasional. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri, manufaktur, hingga ekonomi digital yang membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.

"Proyek WNTS-Pemping melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja mulai dari proses fabrikasi hingga pekerjaan offshore, nearshore, dan onshore. Dengan selesainya tahapan hot tap, proyek kini memasuki fase akhir sebelum gas Natuna resmi mengalir untuk mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional," sebut Rakhmad.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6