Mobil Nyetrum Saat Dipegang, Normal atau Ada Masalah Kelistrikan?

Bodi mobil terasa nyetrum saat disentuh? Fenomena ini umumnya dipicu listrik statis, namun dalam kondisi tertentu bisa berkaitan dengan sistem kelistrikan.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasakan sebuah sensasi seperti tersetrum saat menyentuh pintu atau bodi mobil setelah turun dari kendaraan? Kejadian ini cukup sering dialami oleh banyak pengemudi maupun penumpang.

Meski umumnya tidak membahayakan, sensasi kejutan listrik tersebut tetap menimbulkan rasa tidak nyaman dan refleks terkejut.

Dalam beberapa kasus, pengalaman ini bahkan membuat orang akan menjadi ragu untuk menyentuh bagian logam mobil secara langsung.

Fenomena bodi mobil nyetrum pada dasarnya berkaitan dengan listrik statis. Muatan listrik dapat terbentuk tanpa disadari selama berada di dalam kabin kendaraan.

Saat seseorang duduk, bergerak, atau bergesekan dengan jok mobil, terjadi perpindahan elektron yang memicu terjadinya sebuah penumpukan muatan listrik di tubuh.

Dilansir dari laman Hyundai Indonesia, ketika tangan menyentuh bagian logam seperti pintu atau bodi mobil, muatan tersebut langsung dilepaskan sehingga menimbulkan sensasi sebuah kejutan yang ringan.

Beberapa faktor bisa membuat kondisi ini lebih sering terjadi, seperti penggunaan pakaian berbahan sintetis yang mudah menimbulkan gesekan, serta kondisi udara kering akibat cuaca atau pemakaian AC dalam waktu lama.

Meski sebagian besar disebabkan oleh listrik statis, dalam situasi tertentu sensasi nyetrum juga dapat berkaitan dengan sistem kelistrikan kendaraan, seperti kabel ground yang kurang optimal atau adanya kebocoran arus listrik.

Jika kejadian terasa tidak wajar atau terlalu sering, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting demi menjaga keselamatan berkendara.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bodi Mobil Nyetrum

Untuk mengurangi risiko bodi mobil nyetrum, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Menjaga kelembapan kabin menjadi salah satu cara efektif agar listrik statis tidak mudah terbentuk.

Memilih pakaian dengan bahan yang minim gesekan juga membantu mengurangi penumpukan muatan listrik.

Sebelum keluar dari mobil, menyentuh bagian logam menggunakan punggung tangan terlebih dahulu dapat membuat pelepasan muatan berlangsung lebih bertahap sehingga tidak menimbulkan kejutan yang mengganggu.

Penggunaan anti-static strap pada bagian bawah mobil juga dapat membantu menyalurkan listrik statis langsung ke tanah.

Namun, apabila sensasi nyetrum terasa tidak wajar atau terjadi terlalu sering, pemeriksaan di bengkel resmi menjadi solusi yang disarankan agar sistem kelistrikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal.

Jika keluhan terjadi berulang atau terasa tidak normal, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi untuk memastikan sistem kelistrikan kendaraan bekerja dengan baik.