Balita Tewas Terperosok ke Septic Tank Sedalam 2 Meter di Sukabumi

Insiden bermula pada Sabtu sore (2/5/2026) saat korban tengah asyik bermain bersama dua temannya di sekitar area bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Diterbitkan 04 Mei 2026, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi- Sebuah tragedi memilukan merenggut nyawa seorang balita berinisial HAA (4) di Kampung Munjul, Desa Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang septic tank yang terisi penuh air hujan.

Kapolsek Gegerbitung, IPTU Subit Sudrajat, mengungkapkan bahwa insiden bermula pada Sabtu sore (2/5/2026) saat korban tengah asyik bermain bersama dua temannya di sekitar area bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Korban saat itu bermain bersama dua temannya di sekitar lokasi galian septic tank. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam lubang yang terisi air hujan,” ujar IPTU Subit Sudrajat, dalam keterangannya pada Minggu (3/5/2026).

Kondisi lubang galian tersebut dinilai sangat membahayakan karena ukurannya yang cukup besar, yakni panjang 4 meter dan lebar 2 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Parahnya lagi, lubang tersebut tidak memiliki pengaman sama sekali.

“Lubang septic tank tersebut belum ditembok dan belum ditutup, sementara kondisi air hampir penuh akibat hujan, sehingga sangat rawan,” tegas dia.

Diduga Kehabisan Oksigen

Meskipun warga sempat melakukan upaya penyelamatan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan, nyawa balita malang tersebut tidak tertolong. Tim medis menduga korban meninggal dunia akibat kondisi di dalam air.

“Diduga korban meninggal akibat tenggelam atau kehabisan oksigen,” ungkapnya.

Menanggapi musibah ini, pihak keluarga telah menyatakan keikhlasannya. Polisi memastikan tidak akan melakukan proses hukum lebih lanjut karena pihak keluarga menolak prosedur bedah mayat.

“Dari pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” jelas dia.