Balita Daycare Yogyakarta Diduga Pernah Dikunci di Kamar Mandi

Sri (63) warga Kotagede, Kota Yogyakarta bercerita cucunya yang berusia empat tahun diduga pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare Little Aresha.

Diterbitkan 26 April 2026, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sri (63) warga Kotagede, Kota Yogyakarta bercerita cucunya yang berusia empat tahun diduga pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo.

"Dia (cucu) katanya dimasukin ke kamar mandi. Dikunci di kamar mandi. Kata cucu saya 'aku mau main enggak boleh. Enggak boleh main. terus dikunci di kamar mandi'," tutur Sri. Dikutip dari merdeka.com, Minggu (26/4/2026).

Sri menceritakan cucunya saat dijemput juga sempat pipinya merah, namun dirinya tak tahu penyebab pipi cucunya merah. Hal ini karena saat ditanya cucunya enggan menjawab.

"Gak luka tapi pipinya sempat merah. Cucu saya tanya penyebabnya gak mau jawab," urai Sri.

Sementara itu seorang orang tua balita lainnya, Aldewa (30) menceritakan anaknya sudah dititipkan sejak enam bulan lalu. Saat dititipkan, lanjut Dewa, dirinya sempat menemukan adanya lebam pada lutut anaknya yang masih berusia tiga tahun.

Tidak hanya itu, Dewa juga menyebut anaknya sering menangis saat akan diantar ke tempat penitipan anak. Awalnya, Dewa menganggap itu hal yang wajar namun usai terungkap dugaan penganiayaan itu dirinya baru sadar kemungkinan anaknya menjadi korban penganiayaan.

"Pernah ada lebam di lutut kanan. Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Awalnya saya kira biasa, wajar anak kecil nangis atau takut pas sekolah," ucap Dewa, Sabtu (25/4).

Meski demikian Dewa mengaku kesulitan untuk memastikan apakah anaknya menjadi korban penganiayaan. Hal ini disebabkan karena setiap kali ditanya anaknya belum bisa menjawab.

"Saya tanya dipukul atau tidak. Dia jawab tidak. Kalau di media sosial kan ramai disebut anak-anak didoktrin tidak bilang apa-apa. Kalau memang ada yang melakukan (penganiayaan) saya harap harus dihukum," tutur Dewa.

Reporter: Merdeka.com/Pramono Edi