Gubernur Papua Temui KAI, Proyek Kereta Api Mulai Dibahas

Gubernur Papua bertemu KAI membahas rencana pembangunan kereta api sebagai langkah awal meningkatkan konektivitas di wilayah timur Indonesia.

Diterbitkan 19 April 2026, 19:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, bertemu jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membahas rencana pembangunan kereta api di Papua.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan konektivitas antarwilayah di Papua, sekaligus menindaklanjuti rencana pengembangan transportasi darat modern di wilayah timur Indonesia.

Fakhiri menyebut pembahasan dengan Direktur Utama KAI merupakan tahap awal menghadirkan moda transportasi kereta api di Papua.

"Kehadiran kereta api di wilayah timur Indonesia itu juga tidak lepas dari perhatian pemerintah pusat, khususnya Prabowo Subianto," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.

Menurut Fakhiri, rencana awal pembangunan akan difokuskan pada rute Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura. Ia menilai proyek tersebut menjadi pijakan penting untuk pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas di Papua.

"Semoga proyek ini dapat menjadi awal dari pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua. Kereta api juga bukan hanya transportasi untuk masyarakat akan tetapi bakal dijadikan angkutan serta mobilisasi barang nantinya," ujar Fakhiri.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat tim ahli dari KAI bersama tim dari Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan survei awal untuk menentukan rute jalur kereta api.

"Jika tidak berhalangan, akhir bulan tim ahli dari PT KAI yang didampingi tim khusus dari Provinsi Papua bakal melakukan survei rute yang dijadikan rel kereta api," katanya.

Berdampak pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasydin, mengapresiasi kunjungan Gubernur Papua sebagai langkah positif dalam mendorong realisasi proyek tersebut.

Ia menilai pembangunan kereta api di Papua tidak hanya terkait transportasi, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini dapat membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ujarnya.

Bobby menegaskan, rencana pembangunan kereta api di Papua sejalan dengan visi pemerataan pembangunan infrastruktur yang diusung pemerintah pusat.

"Nantinya kehadiran kereta api merupakan implementasi pemerataan untuk kesejahteraan dan itu yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo," jelasnya.