Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Sumatera Utara membongkar dapur operasional judi online jaringan Kamboja yang bermarkas di sebuah apartemen mewah di Medan.
Bukan sekadar permainan ilegal biasa, para pelaku menjalankan bisnis haram ini dengan struktur organisasi layaknya perusahaan digital marketing profesional.
Dirresiber Polda Sumut, Kombes Pol Bayu Wicaksono, mengungkapkan bahwa sindikat ini menggunakan media sosial secara masif untuk menjaring "mangsa".
Advertisement
Mereka membanjiri ruang digital masyarakat melalui platform Facebook, Instagram, hingga melakukan blasting pesan WhatsApp.
"Mereka memiliki tim khusus yang tugasnya hanya melakukan promosi dan meyakinkan calon pemain. Pesan-pesan ajakan disebar secara berulang untuk memancing rasa penasaran masyarakat," ujar Bayu dalam konferensi pers di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis (26/3/2026).
Polisi membeberkan alur terstruktur yang digunakan para tersangka untuk menjerat korban melalui iklan menarik dengan membuat konten visual yang mengesankan bahwa judi online adalah jalan pintas mendapatkan keuntungan besar dengan cepat.
Kemudian, panduan registrasi. Setelah calon pemain terpancing, tim operator akan memandu proses pendaftaran akun secara intensif.
Lalu, sistem deposit digital. Pemain diarahkan melakukan top-up saldo melalui dompet digital (e-wallet) atau rekening tertentu untuk bisa mulai bertaruh.
Para pelaku juga membuat ekosistem judi lengkap dengan menyediakan berbagai pilihan permainan mulai dari slot, kasino, roulette, judi bola, hingga togel.
Kombes Pol Bayu menekankan bahwa seluruh alur ini dirancang agar perputaran uang tetap berada di tangan sindikat.
"Alurnya jelas, promosi, registrasi, deposit, lalu bermain. Jika pemain menang, ada dana yang dikirimkan kembali sebagai pancingan. Namun jika kalah, deposit tersebut langsung ludes masuk ke kantong sindikat," jelasnya, didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan.
Polda Sumut menilai pola ini menunjukkan bahwa judi online telah bertransformasi menjadi bisnis digital terorganisir yang sangat berbahaya karena menyasar masyarakat luas secara langsung ke genggaman ponsel mereka.
Â
Jaringan Judi Online Kamboja Digerebek di Apartemen Mewah Medan, 19 Orang Ditangkap
Tabir gelap praktik perjudian daring berskala internasional yang bersembunyi di balik dinding apartemen mewah di Kota Medan akhirnya terungkap.
Polda Sumatera Utara melalui Direktorat Reserse Siber sukses membongkar jaringan judi online asal Kamboja yang telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun.
Dalam penggerebekan besar-besaran di sebuah apartemen di Jalan Palang Merah, polisi mengamankan total 19 tersangka dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda namun masih dalam satu gedung yang sama.
Dirresiber Polda Sumut, Kombes Pol Bayu Wicaksono, mengungkapkan bahwa jaringan ini bekerja sangat rapi dan tertutup dengan dukungan teknologi untuk mengaburkan aktivitas ilegal mereka.
"Pengungkapan ini kami bagi menjadi dua perkara. Total ada 19 tersangka yang telah diamankan dan kini resmi ditahan," ujar Bayu dalam konferensi pers di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis (26/3/2026).
Penggerebekan dilakukan di sejumlah lokasi. TKP 1 (Kamar 705) polisi meringkus 8 tersangka. Sosok berinisial TL diidentifikasi sebagai leader yang mengendalikan operasional mulai dari pengecekan OTP, link, hingga konten promosi (endorse).
TKP 2 (Kamar 601 & 1005) sebanyak 11 tersangka diamankan. Di lokasi ini, pria berinisial BH berperan sentral sebagai pengawas sekaligus perekrut anggota baru untuk memperluas jaringan.
Para pelaku diketahui memiliki pembagian tugas yang sangat spesifik untuk memastikan bisnis haram ini berjalan lancar.
Peran mereka meliputi leader/pengawas, mengatur arus kerja dan perekrutan.
Telemarketing, mencari dan menggaet pemain baru. Operator konten, mengelola promosi dan endorsement di media sosial. Kemudian tim teknis, melakukan verifikasi OTP dan pemeliharaan link judi.
Â
Advertisement
Penyelidikan
Meski telah berjalan selama dua tahun, polisi tidak berhenti pada penangkapan 19 orang ini. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan.
"Kami terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk relasi dengan jaringan luar negeri (Kamboja) maupun pihak-pihak lain yang mendukung operasional mereka di Indonesia," tegas pihak kepolisian.
Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polda Sumut dalam memberantas penyakit masyarakat, terutama judi online yang kian meresahkan dan merusak tatanan ekonomi warga.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538509/original/073270800_1774520511-2163a20b-712e-4157-a1f2-9daf1a217ace.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372312/original/042478500_1476321647-medan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409475/original/099185100_1479452337-Kamboja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8649752/original/031346000_1782662878-aefec4de-b4c8-415c-a15d-25a823fbb470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8420471/original/068070700_1782306664-c6db96b6-44c0-4db2-af93-79cf64401e57.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264074/original/052350200_1782081565-cea00853-4356-4a00-84ff-a2795e96f836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261342/original/081830600_1781697006-923e4095-a9f6-43e4-a26b-dead13983244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259879/original/090070600_1781517329-2589cf6f-f3ca-41e9-b754-1308aff39af9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6623639/original/051921100_1779454445-IMG_6939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256764/original/090871100_1781168599-b995d13f-7155-49c2-b1ea-ef90da94ceb7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8075634/original/021802400_1780921108-IMG_7557.jpg)