Niat Silaturahmi Lebaran, Pria Sebatang Kara di Sukabumi Ditemukan Meninggal

Seorang pria berinisial MA (46) yang tinggal sebatang kara di Sukabumi ditemukan meninggal dunia saat kerabatnya datang untuk bersilaturahmi Lebaran.

Diterbitkan 21 Maret 2026, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana persiapan menyambut Lebaran di Kampung Lebaksiuh, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi duka. Seorang pria berinisial MA (46) yang tinggal sebatang kara, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Sabtu (21/3/2026), saat kerabatnya datang untuk bersilaturahmi.

Penemuan jenazah buruh harian lepas ini bermula saat sepupu korban, Rudi Saepul Bahtiar, mendatangi rumah korban sekitar pukul 07.30 WIB. Kedatangannya bertujuan untuk mengecek kondisi kesehatan korban sekaligus bersilaturahmi menjelang Hari Raya.

Namun, setibanya di lokasi, kecurigaan muncul ketika salam dan ketukan pintu tidak mendapat jawaban. Rudi kemudian mengintip melalui tirai jendela dan mendapati korban sudah dalam posisi telungkup tanpa tanda-tanda kehidupan.

Petugas P2BK Parakansalak, Jujun Juaeni, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Informasi awal kami terima pagi hari terkait adanya warga yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya,” kata Jujun.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi jantung dan hati. Ia sempat menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi pada pertengahan Maret, namun memutuskan pulang lebih awal tanpa izin medis.

 

Korban Sempat Mengeluh Sesak Napas

Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban juga sempat mengeluhkan sesak napas yang hebat. Keluarga telah berupaya mencarikan bantuan oksigen ke sejumlah fasilitas kesehatan, namun tidak berhasil hingga akhirnya korban ditemukan telah wafat.

Tim medis dari Puskesmas Parakansalak bersama aparat kepolisian dan TNI yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit,” tambah Jujun.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman keluarga setempat.