Liputan6.com, Jakarta - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menangkap seorang penjual mainan keliling berinisial L (65) yang diduga mencabuli 29 siswi sekolah dasar di Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Bayu Putro Wijayanto mengatakan jumlah korban terungkap setelah penyidik melakukan pendalaman berdasarkan keterangan para korban.
"Dari hasil interogasi terhadap salah seorang korban, ternyata bukan satu anak saja. Total ada 29 anak yang menjadi korban pencabulan sang kakek,” kata Bayu dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Jumat (20/2/2026), didampingi Kanit PPA Iptu Dearma Agustina Sinaga.
Advertisement
Bayu menjelaskan, tersangka menjalankan aksinya dengan memanfaatkan kepolosan anak-anak. Pelaku diduga membujuk korban menggunakan uang tunai sebesar Rp2.000 hingga Rp5.000 serta memberikan jajanan.
Setelah korban terbujuk, pelaku melakukan perbuatan cabul dengan mencium dan meraba bagian tubuh sensitif para korban. Tidak hanya itu, tersangka juga diduga memotret korban secara diam-diam menggunakan telepon genggam pribadinya.
Kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri melaporkan perbuatan pelaku kepada wali kelasnya.
Pihak sekolah kemudian meneruskan laporan tersebut ke kepolisian hingga Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penangkapan.
Berbuat Cabul dalam Setahun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
Berdasarkan pengakuan tersangka, perbuatan tersebut telah dilakukan selama sekitar satu tahun terakhir. Polisi menyebut motif pelaku berkaitan dengan kondisi kesehatan yang dialaminya.
“Motif pelaku melakukan aksi cabulnya itu karena sudah tidak bisa lagi melakukan hubungan badan suami-istri, karena jantungnya sudah dipasang ring,” jelas Bayu.
Dalam penanganan perkara ini, polisi telah menyita satu unit telepon genggam milik tersangka yang berisi foto-foto para korban sebagai barang bukti. Saat ini, tersangka telah ditahan di sel Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana berat. Kepolisian juga mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi kepada anak agar berani melapor jika mengalami atau melihat tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3485569/original/017601500_1623927112-210618_content_spesial__6_Tips_Lindungi_Diri_dari_Pelecehan_Seksual_P.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261666/original/017552200_1671070721-Manisnya_Bromance_Achraf_Hakimi_dan_Kylian_Mbappe-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288984/original/089270000_1783373925-063_2284950359-Spanyol_vs_Portugl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261477/original/074496300_1671047490-AP22348710214768.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288261/original/009625500_1783308426-eng4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251091/original/011186900_1670306483-latihanspanyol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5754659/original/071085200_1778656317-siswi-sma-jadi-korban-pelecehan-seks-anggota-dprd-di-maluku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672809/original/020451900_1778496978-619504.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579860/original/097457700_1778107594-IMG-20260506-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579861/original/017912300_1778107595-IMG_20260506_153738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574998/original/069204000_1778033269-IMG_20260506_020850.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673557/original/Pencabulan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/908132/original/002510900_1435049231-pencabulan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3276071/original/013936200_1603437779-word-stop-with-child-s-hand-dark-wall.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3392990/original/024354600_1614845874-068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)