Anggota Polda Sulbar Bunuh Diri Gara-Gara Cinta Beda Agama Tak Direstui

Polisi anggota Polda Sulbar diduga mengakhiri hidup dengan bunuh diri karena cinta beda agama tak direstui.

OlehFauzan
Diterbitkan 04 Februari 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Mamuju - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju memastikan anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) berinisial Bripda MF (25) yang ditemukan tewas di kebun Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, meninggal dunia akibat bunuh diri.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pendalaman terhadap peristiwa tersebut.

"Simpulan sementara, korban meninggal dunia akibat gantung diri. Ini murni bunuh diri," ujar Herman, Rabu (4/2/2026).

Herman menjelaskan, peristiwa itu bermula saat Bripda MF mengajak sepupunya bernama Haerul dan seorang temannya bernama Awal ke rumah kebun milik korban di Desa Pokkang pada Senin malam. Mereka berkumpul untuk menenangkan diri sambil karaoke.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Haerul meninggalkan lokasi setelah menerima telepon dari istrinya. Sementara itu, korban masih berada di rumah kebun bersama Awal.

"Setelah Haerul pulang, korban dan saksi Awal masih melanjutkan karaoke," kata Herman.

Tak lama berselang, korban menerima panggilan telepon dari kekasihnya. Percakapan tersebut sempat didengar oleh Awal. Dari keterangan saksi, korban mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait hubungan asmaranya.

"Saksi mendengar korban mengatakan kepada kekasihnya, ‘kalau tidak bisa dipersatukan, apalah gunanya saya hidup di dunia ini’," ungkap Herman menirukan kesaksian Awal.

Hingga pagi hari, Awal tidak menemukan keberadaan korban. Saat masuk ke kamar di rumah kebun, Awal mendapati Bripda MF telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung.

Awal kemudian memberitahukan kejadian itu kepada ayah korban. Orang tua korban bersama keluarga langsung mendatangi lokasi dan menurunkan jenazah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Orang tua korban langsung menggendong korban dan memutus tali gantung, lalu membawa jenazah ke rumah," jelas Herman.

Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, termasuk kekasih korban. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa korban mengalami tekanan psikologis akibat hubungan asmaranya yang tidak mendapat restu orang tua.

"Korban mengalami beban mental karena hubungan asmara dengan pacarnya tidak direstui oleh kedua orang tua, lantaran perbedaan agama," ujar Herman.

 

Ditemukan Tewas di Kebun

Sebelumnya, seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di jajaran Polda Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan tewas di dalam kebun miliknya di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Selasa (3/1/2026).

Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur, membenarkan peristiwa tersebut. Saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, ia mengatakan bahwa personel Polsek Kalukku masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.

"Betul ada anggota yang ditemukan tewas di dalam kebun di Desa Pokkang. Saat ini pihak Polsek Kalukku sedang berada di TKP," ungkap Iptu Makmur.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti serta memastikan penyebab kematian korban. Jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

Iptu Makmur menambahkan, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci karena terkendala jaringan komunikasi di lokasi kejadian.

"Saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih rinci karena jaringan di TKP kurang bagus. Setelah selesai dilakukan olah TKP baru akan dikirimkan berkas," jelasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir turut membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia enggan membeberkan kronologi maupun penyebab kematian korban yang diketahui berinisial Bripda F.

"Betul anggota Polda (Sulbar), Krimum yang tangani," ucapnya singkat.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Sulbar Kombes Pol Beny Murjayanto juga belum memberikan keterangan terkait kronologi dan penyebab kematian korban. Ia menyebut penanganan sementara dilakukan oleh Polresta Mamuju.

"Sementara ditangani Polresta (Mamuju)," ujarnya.

Di sisi lain, Plh Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya juga belum memberikan informasi terkait peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim belum mendapat respons.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.