Viral Emak-emak Nekat Terjang Ombak, Cuek Saat Diingatkan

Emak-emak tersebut nyaris terseret ombak besar.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 18:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Video emak-emak nyaris terseret ombak besar saat beraktivitas di Pantai Kunyit, Jalan Ikan Terbang, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, viral di media sosial.

Momen menegangkan itu terjadi pada Minggu (9/8/2026). Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 28 detik, sejumlah pengunjung terlihat kesulitan naik dari laut ketika ombak cukup besar menerjang area pantai yang didominasi bebatuan.

Salah seorang perempuan berhijab yang mengenakan pelampung berwarna oranye tampak berusaha menaiki tangga dari arah laut. Namun, kuatnya hantaman ombak membuatnya kesulitan mencapai tempat yang aman.

Warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi langsung memperingatkan perempuan tersebut.

"Hati-hati, Bu! Gede ombaknya itu, Bu. Hati-hati," teriak seseorang yang merekam video.

Suasana semakin panik ketika seorang perempuan lain yang mengenakan hijab hitam dan pakaian berwarna cokelat berada terlalu dekat dengan bibir pantai. Tubuhnya sempat terdorong ombak ke arah bebatuan.

"Ya Allah, Bu, sudah Bu, naik saja, Bu!" teriak warga.

Dalam rekaman tersebut, warga juga terdengar mengingatkan bahwa kondisi di lokasi cukup berbahaya karena pengunjung bukan hanya berisiko terseret arus, tetapi juga terbentur batu ketika terdorong gelombang.

"Kalau hanyut sih enggak, Guys. Terdorong ombak ke pinggir, cuma pas pinggirnya nabrak batu," ujar perekam video.

Beberapa pria kemudian turun tangan membantu. Mereka bahu-membahu menarik dan mengarahkan pengunjung yang kesulitan naik ke tempat yang lebih aman.

Teriakan "Allahu Akbar" beberapa kali terdengar ketika ombak kembali menghantam area tersebut.

"Allahu Akbar! Nah, kan kena. Geser ombak!" teriak warga.

Beruntung, para pengunjung yang berada di area tersebut akhirnya berhasil naik ke tempat aman. Meski demikian, pakaian mereka terlihat basah kuyup akibat terjangan ombak.

 

 

Warga Biasa Terapi Air Laut

Kapolsek Bumi Waras AKP Hasbi Eko Purnomo mengatakan, berdasarkan informasi awal, warga memang kerap melakukan aktivitas berendam atau terapi menggunakan air laut di kawasan Pantai Kunyit.

Aktivitas tersebut biasanya dilakukan pada pagi hari, terutama saat akhir pekan. Namun, warga juga disebut melakukan terapi di kawasan itu hampir setiap hari.

"Biasanya memang setiap Sabtu atau Minggu pagi mereka terapi di pantai itu. Tidak cuma Sabtu-Minggu, hampir tiap hari ada yang berendam," kata Hasbi kepada Liputan6.com, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, kondisi ombak saat kejadian cukup besar sehingga aktivitas tersebut berpotensi membahayakan pengunjung, terlebih bagi warga lanjut usia.

"Walaupun pakai pelampung, namanya sudah tua takut kena batu atau bagaimana. Kondisi ombaknya kemarin besar," jelasnya.

Polsek Bumi Waras akan meningkatkan imbauan kepada masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di laut ketika kondisi cuaca maupun gelombang sedang buruk.

Petugas Bhabinkamtibmas juga akan diarahkan untuk mengecek kondisi di sekitar Pantai Kunyit sekaligus memberikan edukasi kepada warga dan pengunjung.

"Kami mengimbau agar kalau mau berendam atau terapi melihat kondisi cuaca. Kalau kondisi buruk, jangan melakukan aktivitas berenang atau masuk ke laut," jelas dia.

Polisi juga mengingatkan warga yang tetap melakukan terapi air laut untuk tidak melakukannya seorang diri. Pendamping diperlukan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Selain itu, petugas akan berkoordinasi dengan pemilik warung di sekitar pantai agar turut mengingatkan pengunjung mengenai potensi bahaya ketika ombak sedang tinggi.

"Apabila cuaca buruk, jangan melakukan aktivitas berenang. Kemudian apabila melakukan terapi harus ada pendamping, jangan sendirian," tandasnya.