Warga Sukabumi Geger Temukan Mayat Diduga Pencuri yang Tersengat Listrik Pompa Air Milik Petani

Sosok mayat pria ditemukan terbujur kaku di area persawahan Kampung Nyenang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (23/01/2026)

Diterbitkan 23 Januari 2026, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sosok mayat pria ditemukan terbujur kaku di area persawahan Kampung Nyenang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (23/01/2026) dini hari.

Korban yang teridentifikasi bernama Budiman (38) tersebut diduga kuat meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik saat hendak melancarkan aksi pencurian.

Jasad Budiman pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dede (30) sekitar pukul 04.00 WIB dalam posisi tertelungkup. Kapolsek Nagrak AKP Damar Gunawan, mengonfirmasi insiden maut tersebut setelah mendapatkan laporan dari warga setempat.

Sebelum penemuan itu, saksi mengaku sempat mendengar suara teriakan dari arah sawah pada malam hari. Namun, saat dilakukan pengecekan awal, saksi tidak melihat hal yang mencurigakan.

"Benar, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup dan mengenakan kaos oblong warna hitam. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tersengat aliran listrik," ujar Damar.

Dugaan mengenai motif pencurian muncul setelah petugas melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Di dalam tas cokelat milik korban, polisi menemukan sejumlah peralatan yang tidak lazim dibawa ke sawah pada dini hari, yakni sebilah pisau, satu buah gunting, dan tiga buah obeng.

Terduga Pencuri Pompa Air Petani

Berdasarkan temuan alat pertukangan tersebut, polisi menduga Budiman berniat mengincar mesin pompa air milik petani.

Namun nahas, korban diduga menyentuh bagian mesin yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Kecurigaan ini diperkuat dengan temuan luka fisik yang spesifik pada tubuh jenazah.

"Pada jari telunjuk dan jari tengah korban terdapat bekas luka menghitam, yang menguatkan dugaan korban tersengat listrik," ungkap Damar.

Hingga saat ini, Satuan Reskrim Polsek Nagrak masih mendalami Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan motif serta kronologi detail peristiwa ini.

"Untuk dugaan pencuriannya, kita masih lakukan olah TKP," sambung dia.