Wali Kota Tangerang Instruksikan Sekolah Terdampak Banjir Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Terdapat 32 titik banjir dan genangan air yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, akibat hujan yang mengguyur sejak Kamis 22 januari 2026.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Tangerang, Sachrudin menginstruksikan, agar sekolah yang terdampak banjir di Kota Tangerang, untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sehingga proses belajar mengajar para siswa tetap berjalan dan tidak terganggu akibat kondisi banjir.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar meskipun dalam kondisi darurat. Karena itu, sekolah-sekolah terdampak kami minta menyesuaikan dengan pembelajaran jarak jauh,” ujar Sachrudin, Jumat (23/1/2026).

Ada sejumlah titik yang terdampak banjir di Kota Tangerang. Seperti Candulan petir, Pinang Griya Pinang, Ciledug Indah Karang Tengah, Puri Kartika Ciledug Alamanda, Garden City dan Total Periuk.

Bahkan di Perumahan Pinang Griya, tanggul jebol hingga air merangsek masuk ke satu unit rumah warga dengan derasnya. Untungnya, warga setempat sudah sempat mengungsi ke tempat yang jauh lebih aman.

Sachrudin mengaku, sejak Kamis, 22 Januari 2026, pihaknya telah menyiapkan personel untuk mengantisipasi dampak curah hujan yang tinggi. Termasuk mendirikan posko pengungsian 3 posko pengungsian, 7 posko kesehatan dan dapur umum yang terpusat di Dinas Sosial.

"Dan sampai saat ini Pemkot Tangerang juga sudah menyalurkan 2.910 nasi bungkus untuk para pengungsi," katanya.

 

Banjir Rendam 32 Titik di Kota Tangerang, 160 Warga Mengungsi

Terdapat 32 titik banjir dan genangan air yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, akibat hujan yang mengguyur sejak Kamis 22 januari 2026.

"Setidaknya, ada 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh petugas," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, Jumat (23/1/2026).

Adapun banjir terpantau di sejumlah wilayah antara lain:

Kecamatan Benda

Kecamatan Ciledug

Kecamatan Cipondoh

Kecamatan Pinang

Kecamatan Jatiuwung

Kecamatan Sepatan

Kecamatan Pakuhaji

Kecamatan Teluknaga

Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 centimeter hingga mencapai 120 centimeter, dengan kondisi terparah terjadi di Kecamatan Cipondoh, yang mengakibatkan akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.

Selain banjir, tercatat pula satu kejadian pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga. Pohon jenis waru dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang 2 meter tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa dua unit rumah warga.

"Kami pastikan, meski menimbulkan kerusakan materiil, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa," ungkap Jauhari.