Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Abu Mengarah ke Utara

Gunung Anak Krakatau Lima Kali Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Mengarah ke Utara dan Barat Laut

Diterbitkan 11 Juli 2026, 13:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Sepanjang Jumat (10/7/2026), gunung api yang berada di perairan Lampung itu tercatat mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom letusan bervariasi antara 100 hingga 250 meter di atas puncak.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi mengatakan, erupsi terakhir terjadi pada pukul 21.40 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 150 meter di atas puncak atau sekitar 307 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke utara dan barat laut.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan durasi 27 detik," kata Andi, Sabtu (11/7).

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga meletus pada pukul 17.51 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak. Letusan ini disusul erupsi pada pukul 17.49 WIB dengan kolom abu setinggi 100 meter.

 

 

Status di Level III

Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 16.57 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 200 meter. Sementara letusan tertinggi pada hari itu terjadi pukul 16.42 WIB dengan kolom abu membumbung hingga sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut.

"Seluruh kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut," jelasnya.

Rangkaian erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo berkisar 43 hingga 55,2 milimeter dan durasi 33 hingga 49 detik.

Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun nelayan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi menghindari potensi bahaya erupsi.

Â