Heboh Wanita Cantik Nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Begini Kronologi dan Motifnya

Seorang wanita muda berinisial N, tertangkap basah mengenakan atribut pramugari maskapai Batik Air, saat penerbangan Palembang menuju Jakarta atau Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Lenggak lenggok N seperti piawai memperagakan seorang pramugari.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 09:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita muda berinisial N, tertangkap basah mengenakan atribut pramugari maskapai Batik Air, saat penerbangan Palembang menuju Jakarta atau Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Lenggak lenggok N seperti piawai memperagakan seorang pramugari.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat N mengenakan seragam pramugari Batik Air berwarna merah dan kebaya putih ketat, rambut dicepol rapih, serta membawa koper dan dua tas seperti layaknya pramugari akan berangkat terbang.

Dalam caption yang tertulis di akun Instagram @jabodetabek24info, N di Palembang sempat melewati fast track atau jalur khusus awak kabin yang akan bertugas.

Namun, sesampainya di pesawat, crew kabin yang curiga sempat menginterogasinya. Pasalnya, meski N mengenakan tanda pengenal di dadanya, corak batik pada seragam yang dikenakan berbeda dengan pramugari yang tengah bertugas.

Hingga akhirnya, sesaat setelah mendarat, crew kabin berkordinasi dengan petugas Avsec Bandara Internasional Soekarno Hatta, untuk melakukan pengamanan.

"Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak," ungkap Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (8/1/2026).

 

Motif N Pakai Seragam Pramugari

Saat diinterogasi petugas, N mengaku tak berniat melakukan kejahatan. Aksinya mengenakan seragam pramugari Batik Air ternyata dilatarbelakangi rasa malu kepada keluarga.

Perempuan asal Palembang itu sebelumnya sempat merantau ke Jakarta dengan harapan bisa diterima bekerja sebagai pramugari. Namun kenyataan berkata lain, dia gagal lolos. Tak ingin mengecewakan keluarga, N nekat mengaku telah diterima dan bahkan sudah bekerja di maskapai tersebut.

"Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk lamar kerja sebagai pramugari, namun gagal. Karena malu, yang bersangkutan tetap ngaku ke keluarga telah diterima dan bekerja di Batik Air, faktanya tidak," jelas Yandri.

Saat hendak kembali ke Jakarta dari Palembang, N mengenakan seragam pramugari dari rumah dengan niat menggantinya di bandara. Namun karena waktu keberangkatan sudah mepet, dia tak sempat berganti pakaian dan akhirnya tetap mengenakan seragam tersebut saat terbang.

"Kemarin malam sudah diserahkan kepada pihak yang dianggap keluarga oleh yang bersangkutan," ujarnya.

Â