Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Japan Airlines (JAL) lagi-lagi tersandung skandal alkohol. Kali ini terjadi pada seorang pramugari di penerbangan JAL dari Hiroshima ke Bandara Haneda Tokyo pada 23 Mei 2026.
Pihak maskapai kemudian mengganti pramugari yang dinyatakan positif mengonsumsi alkohol dengan awak kabin lainnya. Tapi, hal itu menyebabkan penerbangan tertunda sekitar 40 menit.
Mengutip Japan Today, Kamis (28/5/2026), pesawat tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Hiroshima pukul 07.40 pagi Sabtu, 23 Mei 2026, dengan membawa 186 penumpang, tetapi ditunda hingga pukul 08.22 pagi, kata perusahaan itu pada Rabu, 27 Mei 2026.
Advertisement
Pramugari tersebut dikatakan pergi keluar bersama seorang rekan pada malam sebelumnya dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang melebihi peraturan perusahaan. Rekan pramugari yang juga dijadwalkan untuk bekerja pada penerbangan yang sama, diberhentikan dari tugas setelah memberi tahu perusahaan sebelumnya.
Insiden ini menyusul serangkaian skandal terkait alkohol yang melibatkan maskapai tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Skandal terakhir terjadi pada Agustus 2025. Saat itu, seorang pilot mengaku sakit di jam-jam terakhir jelang waktu tugasnya hingga tidak dapat mengoperasikan penerbangan dari Hawaii ke Jepang.
Sebelumnya pada 2024, seorang kapten dan kopilot ketahuan mencoba menyembunyikan konsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan dari Melbourne, Australia, ke Narita dekat Tokyo.
Dalam sebuah pernyataan kemarin, JAL mengatakan, "Kami menyadari bahwa beberapa insiden terkait alkohol telah menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat (terhadap perusahaan kami) dan kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius." "Kami akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan," tambahnya.
Japan Airlines Ditegur Kemenhub Jepang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3647594/original/038360000_1638186711-20211129-COVID-19-Omicron-Jepang-1.jpg)
Insiden itu menyebabkan maskapai ditegur keras Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jepang. Perusahaan juga diwajibkan untuk melaporkan langkah-langkah keselamatan untuk menghindari terulangnya insiden tersebut.
Dengan serangkaian insiden serupa berulang, kredibilitas maskapai besar Jepang itu dipertaruhkan. Sejak itu, mengutip Kyodo News, Rabu, 1 Oktober 2025, enam pilot JAL telah diskors dari penerbangan.
Dalam laporan yang dirilis pada 30 September 2025, JAL mengatakan akan membentuk kerangka kerja konsultatif dengan pihak buruh untuk membahas cara terbaik menerapkan langkah-langkah efektif. Pasalnya, kebijakan mereka sebelumnya belum efektif mengatasi masalah yang sama.
Tim manajemen awalnya berupaya mewajibkan pilot untuk berjanji secara tertulis bahwa mereka akan menghindari masalah yang berkaitan dengan alkohol. Namun, rencana tersebut mendapat tentangan internal, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Beberapa pilot mengatakan bahwa minum alkohol dalam batas yang diizinkan dapat membantu mereka rileks setelah penerbangan internasional yang panjang. Sementara yang lain, menganggap kebiasaan minum alkohol sebagai bagian dari cara mereka untuk mengatasi jadwal kerja yang padat ketika jumlah pilot tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan perjalanan udara yang terus meningkat.
Advertisement
Kasus Pilot JAL Mabuk hingga Penerbangan Delay 18 Jam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3014912/original/083943300_1578384997-JAPAN_AIRLINES.jpg)
Sebelumnya, seorang pilot JAL mengonsumsi tiga pint bir – masing-masing berukuran 568 ml – sehari sebelum penerbangannya pada 28 Agustus 2025 dari Honolulu ke Bandara Chubu di dekat Nagoya. Pada hari penerbangannya, alat tes yang digunakannya menunjukkan kandungan alkohol pada tubuhnya.
Ia mengujinya 60 kali berturut-turut dengan hasil yang sama. Ia memberi tahu perusahaan bahwa ia merasa tidak enak badan, dan mengakui bahwa ia telah minum alkohol sehari sebelumnya.Â
Penerbangan yang seharusnya dioperasikan terpaksa ditunda sekitar dua jam, sementara dua penerbangan lain menuju Bandara Haneda Tokyo dari Honolulu juga ditunda selama lebih dari 18 jam. Pilot yang bermasalah itu kemudian dipecat.
Ia ditandai maskapai sebagai seseorang yang perlu diawasi ketat tujuh tahun lalu karena konsumsi alkohol. Ia berhasil lolos setelah berjanji saat itu untuk berhenti, menurut JAL. JAL juga menerima peringatan dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, setelah beberapa pilot berusaha menyembunyikan konsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan.
JAL Diminta Tambah Rute Penerbangan ke Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541824/original/058900700_1774919584-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_06.55.53.jpeg)
Terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengusulkan agar JAL membuka rute penerbangan ke Yogyakarta untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara.
"Konektivitas udara merupakan faktor kunci dalam memperkuat arus wisatawan antara Indonesia dan Jepang. Kami berharap Japan Airlines dapat mengeksplorasi peluang memperluas layanan ke Indonesia, termasuk penambahan frekuensi penerbangan ke Bali serta membuka akses menuju destinasi prioritas seperti Yogyakarta," kata Menpar dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia mengusulkan Yogyakarta karena dinilai berpotensi besar bagi wisatawan Jepang. Destinasi favorit wisatawan domestik itu memiliki kekayaan warisan budaya dan kedekatannya dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Destinasi itu juga memiliki Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang mampu melayani pesawat berbadan lebar.
Sejauh ini, JAL telah melayani rute penerbangan Tokyo - Jakarta setiap hari dan Tokyo - Denpasar sekitar 25 kali seminggu. Menpar menyatakan layanan tersebut sangat penting dalam mendukung mobilitas wisatawan, perjalanan bisnis, serta pertukaran masyarakat Indonesia dan Jepang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3253393/original/020890600_1601440406-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295861/original/079168800_1783972957-Spain_s_Mikel_Merino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295860/original/053984200_1783972780-France_s_Ousmane_Dembele__7__celebrates_with_Kylian_Mbappe_and_jules_kounde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111782/original/019814700_1738060856-000_36492MT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3491033/original/081375500_1624442715-000_APP2001111319916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244923/original/021052000_1749267836-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541824/original/058900700_1774919584-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_06.55.53.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516793/original/072771900_1772348567-japan_airlines1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473264/original/027663600_1768397047-Japan_Airlines.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6416245/original/081051700_1779287099-IMG-20260520-WA0045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5398010/original/064937700_1761827165-000_82GP963.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7157054/original/021170700_1779946012-000_B33F39R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237598/original/090824600_1748597749-5e736dc5-c664-436a-8522-478622d75071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7164999/original/089948300_1779955195-AP26146310399823.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406428/original/098068900_1762572223-Membakar_sate_daging_kambing__Pexels_.jpg)