Tips Menanam Marigold agar Tumbuh Subur dan Mekar Cantik

Marigold adalah tanaman hias yang mudah ditanam dan dirawat. Simak tips menanam, menyiram, hingga merawat bunga marigold agar tumbuh subur dan rajin berbunga.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Marigold adalah tanaman hias yang dikenal mudah ditanam dan cepat tumbuh. Tanaman berbunga cerah ini berasal dari wilayah Meksiko dan Amerika Tengah, serta mampu tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan paparan sinar matahari penuh. Warna bunganya yang ceria menjadikan marigold sebagai pilihan populer untuk mempercantik taman, halaman rumah, maupun pot dekoratif.

Melansir Martha Stewart, Rabu, 20 Mei 2026, selain memiliki daya tarik estetika, marigold juga dikenal sebagai tanaman pendamping yang bermanfaat di kebun. Bunga ini mampu menarik penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, sekaligus membantu mengusir beberapa jenis hama, sehingga sering ditanam berdampingan dengan tanaman sayur atau tanaman hias lainnya.

Tinggi tanaman marigold dapat bervariasi tergantung pada spesiesnya, mulai dari sekitar 12 cm hingga lebih dari 1 meter. Sebagai anggota famili Asteraceae, marigold memiliki bunga yang bentuknya menyerupai anyelir atau aster, dengan kelopak yang rimbun dan warna mencolok seperti kuning, oranye, hingga merah keemasan.

Marigold juga dikenal mampu berkembang biak dengan mudah melalui biji, sehingga sering tampak seperti tanaman tahunan karena dapat tumbuh kembali di musim berikutnya. Meski demikian, sebagian besar varietas marigold sebenarnya termasuk tanaman semusim yang dapat tumbuh dengan baik di berbagai iklim.

Dengan perawatan yang relatif mudah, pertumbuhan yang cepat, serta manfaat tambahan bagi ekosistem taman, marigold menjadi salah satu tanaman hias yang ideal untuk ditanam, baik oleh pemula maupun pecinta berkebun berpengalaman.

 

Cara Menanam Bunga Marigold

1. Menanam Marigold dari Biji

Marigold dapat ditanam dari biji sekitar 6--8 minggu sebelum embun beku terakhir (di negara beriklim dingin) atau disesuaikan dengan musim tanam di daerah tropis. Untuk memulainya, taburkan biji di permukaan nampan semai atau pot kecil yang telah diisi media tanam yang lembap. Setelah itu, tutupi biji dengan lapisan tipis vermikulit atau media tanam halus, lalu tutup wadah dengan plastik untuk menjaga kelembapan.

Pada tahap awal, biji marigold tidak memerlukan sinar matahari langsung. Cukup letakkan wadah di tempat yang hangat, karena benih biasanya akan mulai berkecambah dalam waktu sekitar empat hingga lima hari.

Setelah kecambah muncul, buka penutup plastik dan pindahkan wadah ke tempat yang mendapatkan cahaya sekitar 4--5 jam per hari. Pastikan media tanam tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah agar terhindar dari jamur atau penyakit pada bibit. Ketika bibit mulai menunjukkan daun baru dan tumbuh lebih kuat, tanaman sudah siap dipindahkan ke luar ruangan atau ke area tanam yang lebih besar.

2. Menanam Marigold dari Tanaman Dewasa

Jika menggunakan tanaman marigold yang sudah tumbuh, pilih lokasi tanam yang cerah, bersih, dan memiliki drainase baik, karena marigold tidak menyukai tanah yang tergenang air. Sebelum ditanam, siram tanaman terlebih dahulu agar akar tetap terhidrasi dan lebih mudah beradaptasi setelah dipindahkan ke tanah.

Selanjutnya, buat lubang tanam dengan jarak sekitar 20 hingga 25 cm antar-tanaman (jarak ini bisa disesuaikan tergantung jenis marigold). Keluarkan tanaman dari wadah secara hati-hati, lalu uraikan akar jika terlihat terlalu padat.

Tempatkan tanaman di lubang tanam, lalu timbun kembali dengan tanah hingga pangkal batang. Padatkan tanah secara perlahan dengan tangan agar tanaman berdiri kokoh. Setelah itu, siram hingga tanah cukup basah untuk membantu akar menyesuaikan diri.

Cara Merawat Bunga Marigold agar Tumbuh Subur

1. Cahaya

Marigold tumbuh paling baik di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh. Paparan cahaya yang cukup membantu tanaman menghasilkan bunga yang lebih banyak dan warna yang lebih cerah. Sebaliknya, jika ditanam di tempat yang terlalu teduh atau minim cahaya, marigold cenderung menghasilkan bunga lebih sedikit dan pertumbuhannya kurang optimal.

2. Penyiraman

Marigold membutuhkan penyiraman yang teratur, terutama saat tanaman masih muda dan sedang dalam masa pertumbuhan awal. Tanah sebaiknya dijaga tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah atau tergenang.

Hindari membiarkan marigold berada di tanah yang terlalu kering selama berhari-hari, terutama saat cuaca panas. Pada periode panas ekstrem, tanaman yang baru ditanam mungkin perlu disiram setiap hari agar tetap sehat.

Namun, setelah tanaman tumbuh dengan baik dan akarnya sudah kuat, marigold menjadi lebih tahan terhadap kekeringan. Meski begitu, penyiraman secara rutin sekitar seminggu sekali tetap dianjurkan agar tanaman terus berbunga dengan optimal.

3. Pupuk

Secara umum, marigold tidak membutuhkan pupuk tambahan, terutama jika ditanam di tanah yang sudah cukup subur. Namun, jika kondisi tanah kurang baik atau miskin nutrisi, Anda bisa menambahkan kompos untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperbaiki drainase.

Perawatan Bunga Marigold untuk Pertumbuhan Optimal

Salah satu kunci agar tanaman ini tetap sehat dan berbunga lebat adalah melalui pemangkasan serta penanganan yang tepat saat dipindahkan ke pot atau area tanam baru.

1. Pemangkasan

Pemangkasan ringan dapat membantu menjaga marigold tetap rimbun dan menghasilkan bunga lebih banyak. Memangkas kuncup bunga awal dapat merangsang tanaman untuk tumbuh lebih lebat, sehingga nantinya menghasilkan musim berbunga yang lebih penuh.

Selain itu, penting untuk rutin membuang bunga yang sudah layu (deadheading) setelah mekar. Langkah ini membantu tanaman mengalihkan energinya untuk membentuk bunga baru, sehingga marigold dapat terus berbunga hingga akhir musim dan tampil lebih rapi.

2. Pemindahan Tanaman (Transplantasi)

Marigold juga sangat cocok ditanam di pot atau wadah luar ruangan karena bunganya tahan lama dan berwarna cerah. Tanaman ini tergolong mudah dipindahkan karena akarnya cepat beradaptasi dan tumbuh kembali di media tanam baru.

Saat menanam marigold di pot, Anda dapat menggunakan tanah pot komersial biasa yang memiliki drainase baik. Pot berbahan tanah liat juga menjadi pilihan yang bagus karena membantu menjaga sirkulasi udara dan mencegah kelembapan berlebih pada akar.

Karena marigold umumnya merupakan tanaman semusim, tanaman ini biasanya tidak perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar setelah musim tanam berakhir. Namun, selama masa pertumbuhannya, pastikan wadah memiliki lubang drainase yang baik agar akar tetap sehat.