Kisah Guru Bahasa Inggris Tewas Dibunuh di Sumsel, Sempat Dicalonkan Jadi Guru Andalan

Sebagai guru pendatang baru, kinerja SF benar-benar mendapatkan perhatian khusus dari Kepala SMP Negeri 46 OKU. Bahkan korban sempat diproyeksikan jadi salah satu guru andalan di tahun ajaran 2026.

Diterbitkan 20 November 2025, 18:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kematian tragis SF (27), guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) asal Lampung Timur, membawa duka mendalam bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel).

SF baru beberapa bulan bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 46 Dusun Air Itam OKU Sumsel. Awalnya dia diterima sebagai guru Teknologi dan Informasi Komunikasi (TIK). Namun karena formasi tersebut sudah terisi, SF akhirnya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris yang juga dikuasai. 

Meskipun baru mengajar di SMP Negeri 46 Dusun Air Batu, namun SF sangat mudah beradaptasi dengan para tenaga pendidik lainnya. Kepala SMP Negeri 46 OKU Nuraisyah tak kuasa menahan kesedihan usai mendengar kabar duka tersebut. Di matanya, SF merupakan guru yang pendiam, namun sangat rajin dan mempunyai semangat mengajar yang besar. 

“Kehilangan ini begitu berat bagi kami. Walau baru mengajar di sini, SF cepat beradaptasi dan profesional saat bekerja. Beliau baru lulus PPPK dan langsung mengajar. Tidak pernah ada masalah, sangat kooperatif,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Sebagai guru pendatang baru, kinerja SF benar-benar mendapatkan perhatian khusus dari Kepala SMP Negeri 46 OKU. Bahkan korban sempat diproyeksikan jadi salah satu guru andalan di tahun ajaran 2026.

Apalagi di usia SF yang masih muda, dia yakin korban mempunyai masa depan panjang yang cerah. Namun semua kesempatan tersebut seketika runtuh, setelah kematian SF yang cukup tragis. 

“Beliau punya masa depan panjang. Belum sempat mengabdikan diri sepenuhnya, sudah pergi dengan cara tragis seperti ini,” ungkapnya.

SF baru dilantik menjadi PPPK di Ogan Komering Ulu (OKU). Korban perantau asal Lampung dan tinggal sendiri di sebuah indekos. Korban tidak begitu aktif di media sosial dan jarang memposting apapun kegiatannya sehari-hari di akun pribadi. 

Namun terungkap fakta, korban mengunggah video kegiatan outbond bersama para siswa pada 25 Oktober 2025 di media sosialnya. Sebelumnya, dia memposting foto-foto pada Juni 2024 selama menjadi pengajar di Lampung.

Kutuk Keras Pembunuhan

Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman mendapat informasi tersebut menjelang pada Rabu (19/11/2025) malam, menjelang waktu Magrib. Setelah berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak sekolah, dia langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Sukapindah OKU Sumsel.

Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU dan dunia pendidikan di OKU Sumsel, dia mengecam aksi brutal pelaku pembunuhan yang menewaskan salah satu guru terbaik di Sumsel.

“Kami turut berduka cita. Kondisi korban sangat memprihatinkan. Kami mengutuk keras kejadian ini. Untuk selanjutnya kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Semoga saja pelaku bisa tertangkap secepatnya,” katanya.

 

 

 

 

 

 

Motif Pembunuhan Diduga Bukan Pencurian

Kasubsi Penmas Polres OKI Ipda Chandra belum menemukan titik ternag kematian SF. Apalagi barang-barang berharga korban juga masih ada, seperti sepeda motor, laptop, ponsel hingga uang tunai.

“Barang-barang korban lengkap. Ini menjadi salah satu alasan kami menduga pembunuhan ini tidak terkait motif pencurian. Ada hal lain yang sedang kami dalami,” katanya.

Aparat kepolisian mencari tahu jejak pelaku pembunuhan, mulai dari olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), menginterogasi para saksi hingga menelusuri rekaman CCTV di sekitar kontrakan.

Jenazah korban sudah dibawa ke Puskesmas Kedaton, sebelum dirujuk ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga menunggu keputusan keluarga terkait rencana autopsi. 

“Kasus ini mendapat perhatian khusus. Tim terus bekerja untuk mengungkap pelaku dan motif sebenarnya,” ujarnya.