Ketum PB Akuatik Optimistis Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Indonesia Berprestasi di Dunia

Akuatik Indonesia menyambut baik pelatnas multiyears yang didorong presiden Prabowo Subianto. Diharapkan bisa lahir atlet berprestasi dunia.

OlehThomas
Diterbitkan 29 Juni 2026, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyambut positif kebijakan anggaran pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dengan skema multiyears yang didorong Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Menurut Anindya, skema pendanaan jangka panjang merupakan langkah strategis yang dibutuhkan untuk menciptakan atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di level internasional. Ia menilai pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan memerlukan perencanaan yang berkesinambungan.

"Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun," ujar Anindya.

PB Akuatik Indonesia yang membina sejumlah disiplin olahraga, seperti renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka, menilai kepastian pendanaan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan atlet.

Pembinaan Atlet Butuh Perencanaan Jangka Panjang

Anindya menegaskan, atlet berprestasi dunia tidak lahir dalam waktu singkat. Menurutnya, negara-negara yang konsisten mendominasi ajang internasional seperti Asian Games hingga Olimpiade telah membangun sistem pembinaan sejak usia dini dengan program yang terstruktur dan berkelanjutan.

Karena itu, ia menilai skema anggaran multiyears akan memberikan kepastian bagi setiap cabang olahraga dalam menyusun program latihan, pengembangan atlet, hingga target prestasi dalam jangka panjang.

Selain mendukung kebijakan pemerintah, PB Akuatik Indonesia juga telah menyusun peta jalan (road map) pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai arah pembangunan olahraga Indonesia.

Pendanaan Tak Hanya untuk Pelatnas

Anindya menekankan bahwa dukungan anggaran tidak seharusnya hanya difokuskan pada program Pelatnas. Menurutnya, pembibitan dan pembinaan atlet di tingkat daerah maupun cabang olahraga juga memerlukan perhatian agar regenerasi atlet nasional berjalan secara berkelanjutan.

"Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan," katanya.

Ia menilai investasi pada pembinaan usia dini akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya atlet-atlet elite Indonesia di masa mendatang.

Optimistis Indonesia Semakin Berprestasi di Pentas Global

Dengan sistem pembinaan yang lebih kuat serta dukungan pemerintah melalui skema pendanaan jangka panjang, Anindya optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat dunia.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci dalam mencetak generasi atlet yang mampu bersaing di berbagai ajang internasional.

"Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia," pungkas Anindya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan