Ada Temuan Serpihan Kaca di Nasi MBG, SPPG Batam Mengaku Lalai

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Batam menjadi sorotan publik, usai ditemukan serpihan kaca pada nasi MBG yang dikonsumsi siswa SMAN 04 Tiban, Kota Batam.

Diterbitkan 25 September 2025, 17:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Batam - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam menjadi sorotan publik, usai ditemukan serpihan kaca pada nasi MBG yang dikonsumsi siswa SMAN 04 Tiban, Kota Batam, pada Selasa (23/9/2025) lalu.

Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Rinaldi, membenarkan informasi tersebut.

"Betul pak, memang ada kejadian itu. Untuk konfirmasi lebih detail bisa langsung ke kepala SPPG atau pengelola dapur," ujar Defri kepada Liputan6.com, Kamis (25/9/2025).

Ketua SPPG Tiban Indah II, Rafael, menjelaskan, insiden bermula saat salah satu juru masak bernama Agung tengah mempersiapkan perlengkapan memasak sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat itu, Agung berusaha memperbaiki tutup penggorengan telur berbahan kaca yang tiba-tiba pecah.

"Saat itu serpihan kaca langsung disaring dan dibersihkan. Bahkan Agung sempat mengalami luka kecil di lengannya," kata Rafael.

Namun belakangan, potongan kaca justru diduga masih terbawa hingga masuk ke dalam nasi MBG. Rafael pun mengakui adanya kelalaian dari tim dapur.

"Saya mohon maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih berhati-hati ke depan," ujarnya.

Agung, juru masak yang terlibat, mengaku kaget saat mendengar kabar adanya kaca di dalam nasi. Menurutnya, pecahan kaca terjadi jauh dari area memasak nasi.

"Pecahnya di depan kompor waktu perakitan tutup penggorengan, jaraknya sekitar tiga meter dari tempat masak nasi. Saya juga baru tahu dikabarin admi (Dapur)," jelasnya.

Hal senada disampaikan rekannya, Rifaldi. Dirinya menilai kecil kemungkinan pecahan kaca itu sampai masuk ke dalam nasi karena proses memasak belum dimulai saat kejadian.

"Tempat masak nasi dengan lokasi pecahnya kaca itu cukup jauh. Kami juga heran kenapa bisa sampai ada serpihan di tray nasi," kata Rifaldi.

 

Ganti Peralatan Kaca

Menindaklanjuti kejadian ini, pihak SPPG berkomitmen untuk mengganti seluruh peralatan berbahan kaca dengan material yang lebih aman.

"Ke depan, alat-alat kaca di dapur tidak akan digunakan lagi. Bahkan lampu juga akan diberi pengaman agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Rafael.

Rafael menambahkan, total produksi MBG yang dikerjakan dapurnya dalam sehari mencapai 3.448 porsi untuk empat sekolah. Karena itu, standar keamanan makanan akan diperketat agar insiden serupa tidak kembali mencoreng program MBG.Â