Potret Gubernur Cantik Sherly Tjoanda dan Istri Menteri Tito Bersama Ratusan Penyelam Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut

Upacara dilaksanakan di Laut Sulamadaha, Ternate.

Diperbarui 17 Agustus 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Daerah Maluku Utara bekerja sama dengan Wanita Selam Indonesia (WASI) dan komunitas selam Maluku Utara mengadakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara HUT RI ini dilaksanakan di Laut Sulamadaha, Ternate, Maluku Utara bersama dengan 120 penyelam dari Maluku Utara dan beberapa daerah lain.

 

Gubernur Sherly Free Diving

Dalam kesempatan ini, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ikut menyelam free diving dengan membawa bendera Merah Putih untuk diserahkan kepada Ketua WASI Tri Tito Karnavian selaku inspektur upacara.

Mengutip siaran pers, Kementerian Dalam Negeri (17/8/2025), pengibaran bendera bawah laut diiringi lagu Indonesia Raya, kemudian ditutup dengan parade bendera di bawah laut oleh para penyelam.

Maluku Utara Wilayah Layak Dilirik Pencinta Selam

Tri mengatakan, upacara bendera di bawah laut merupakan wujud menjaga kedaulatan Republik Indonesia agar tetap utuh. Menurut dia, 70 persen wilayah Indonesia adalah daerah kelautan, karenanya upacara di bawah laut merupakan upaya untuk memperkenalkan potensi wisata di Provinsi Maluku Utara yang terkenal dengan keindahan bawah laut.

”Saya berharap, dengan adanya kegiatan upacara bendera di bawah laut ini, masyarakat Indonesia akan menjadikan provinsi ini sebagai salah satu destinasi liburan laut nasional,” ujar Tri.

Istri dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu menambahkan, Maluku Utara dipilih karena patut dipertimbangkan, terutama bagi penyelam dan penggemar olahraga bawah laut.

Diikuti 120 Penyelam

Sebagai informasi, upacara bendera tersebut diikuti kurang lebih 120 penyelam terdiri dari aparat keamanan, masyarakat umum, aparatur sipil negara (ASN), penggiat olahraga selam, dan penggiat pariwisata khususnya bawah laut dari berbagai daerah.

Diketahui, dalam rangka melestarikan ekosistem bawah laut, rangkaian kegiatan diawali dengan transplantasi terumbu karang di Pantai Falajawa, Ternate, Maluku Utara pada 7 Agustus 2025. Selain itu ada pula kegiatan pelepasan tukik, penanaman mangrove, serta sosialisasi penanganan sampah plastik.