Apa Itu Ilmu Gendam, Kerap Disalahgunakan untuk Kejahatan

Masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan istilah “ilmu gendam” yang kerap disalahgunakan sebagai tindak kejahatan. Adapun ilmu gendam sendiri dikenal sebagai salah satu bentuk ilmu metafisika yang telah lama dipercaya masyarakat.

Diterbitkan 06 Juli 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan istilah “ilmu gendam” yang kerap disalahgunakan sebagai tindak kejahatan. Adapun ilmu gendam sendiri dikenal sebagai salah satu bentuk ilmu metafisika yang telah lama dipercaya masyarakat.

Ilmu gendam dianggap sebagai ilmu hipnotis atau pengaruh sugesti yang bisa membuat seseorang menurut atau kehilangan kesadaran sementara. Dalam beberapa budaya, gendam juga digunakan untuk keperluan pengobatan alternatif atau sebagai sarana perlindungan diri.

Namun, seiring berjalannya waktu ilmu ini kerap disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan orang lain. Penyalahgunaan ilmu gendam sering kali muncul dalam bentuk tindak kejahatan.

Pelaku memanfaatkan sugesti atau teknik tertentu untuk mempengaruhi korban agar menyerahkan barang berharga tanpa sadar. Modus ini banyak terjadi di tempat-tempat umum seperti terminal, pasar, atau pusat keramaian.

Korban biasanya baru menyadari apa yang terjadi setelah tersadar dari pengaruh gendam dan mendapati barang miliknya telah hilang. Kasus-kasus seperti ini membuat masyarakat menjadi lebih waspada terhadap praktik gendam yang bersifat negatif.

Kemudian banyak orang mengaitkannya dengan ilmu hitam atau kekuatan gaib yang digunakan untuk tujuan kriminal. Sementara itu, dalam ilmu psikologi modern teknik semacam ini lebih mirip dengan manipulasi sugesti atau hipnotis tanpa izin.

Kepercayaan terhadap ilmu gendam di masyarakat masih cukup kuat terutama di daerah yang masih menjunjung tinggi nilai kearifan lokal. Tak jarang pula pelaku kriminal memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap hal mistis sebagai senjata untuk mengelabui korban.

Tips Terhindar dari Praktik Gendam

Melansir dari beberapa sumber, berikut ini sejumlah tips untuk terhindar dari praktik gendam:

1. Tetap Waspada dan Fokus

Pelaku gendam biasanya mencari korban yang tampak lengah atau bingung sehingga usahakan tetap fokus dan sadar penuh terhadap lingkungan sekitar terutama saat berada di tempat umum seperti terminal, pasar, atau pusat perbelanjaan.

2. Hindari Tatapan Mata Langsung Terlalu Lama

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam praktik gendam adalah tatapan mata langsung untuk membangun sugesti. Jika ada orang asing menatap mata dengan intens dan berusaha memulai percakapan mencurigakan sebaiknya hindari tatapan tersebut dan segera menjauh.

3. Tolak dengan Tegas

Beberapa pelaku gendam memulai aksinya dengan bertanya hal-hal aneh seperti nama lengkap, tanggal lahir, atau tempat tinggal. Jika merasa ada yang janggal tolak secara sopan tapi tegas dan segera tinggalkan lokasi.

4. Berdoa dan Jaga Pikiran Positif

Orang yang memiliki mental dan pikiran kuat konon lebih sulit dimasuki sugesti negatif. Membaca doa sebelum bepergian terutama doa pelindung diri sesuai keyakinan masing-masing dipercaya dapat memperkuat mental dari pengaruh buruk semacam ini.

5. Jangan Memegang Barang dari Orang Asing

Modus lain dalam praktik gendam adalah dengan memberikan barang tertentu kepada korban seperti minyak wangi, brosur, atau kain. Hindari memegang atau menerima benda dari orang asing yang tiba-tiba memberikan barang tanpa alasan jelas.