Aplikasi Menyesatkan: 5 Taksi Online di Jember Terperosok di Gang yang Sama

Selama dua pekan terakhir, setidaknya 5 taksi daring terperosok saat mengikuti petunjuk aplikasi navigasi ketika melewati gang tersebut.

Diperbarui 02 Juli 2025, 15:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jember - Sebuah jalan kecil di Jember memakan korban karena jadi bagian dari rute tercepat yang ditunjukkan aplikasi navigasi online. Selama dua pekan terakhir, setidaknya 5 taksi daring terperosok saat melewati gang tersebut. Jalan sempit tersebut berada di Gang Ragil, Jalan Tidar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Lokasinya yang berada di dekat hotel, kerap disarankan untuk dilewati oleh aplikasi navigasi online. 

Korban terakhir adalah sebuah mobil Toyota Calya bernomor polisi P 1141 VQ, yang terperosok. Mobil tersebut dikemudikan oleh Ahmad (35) yang merupakan pengemudi taksi daring. Pria asal Kecamatan Kaliwates itu melewati Gang Ragil berdasarkan petunjuk dari aplikasi navigasi online, saat akan menjemput calon penumpang di sebuah hotel yang ada di dekat jalan tersebut. 

Diduga, Ahmad terlalu mengikuti saran dari navigasi daring, tanpa memperhatikan ukuran jalan. Hal ini ditambah dengan tidak adanya pembatas di sisi kiri dan kanan jalan sempit tersebut. “Saya tadi mau jemput penumpang, dan mengikuti aplikasi navigasi yang diarahkan melewati jalan ini. Saya tidak tahu, ternyata lebar jalan cuma sekitar 1,8 meter. Sedangkan mobil saya lebarnya 1,65 meter,” tutur Ahmad  Rabu (2/2025).

Alhasil, mobil Ahmad terperosok di selokan di pinggir jalan tersebut. Bagian sisi kiri mobil, terutama lampu depan, nampak ringsek karena terbentur ke tembok selokan. Ahmad saat itu juga meminta pertolongan dari petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jember untuk mengevakuasi mobilnya. 

Petugas Damkar dan Penyelamatan (Damkarmat) Mako A Pemkab Jember, Aris Setiawan yang melakukan evakuasi menyebut, gang tersebut memang kerap memakan korban dari mobil yang mengikuti petunjuk navigasi online. Karena disarankan sebagai rute tercepat. “Laporan yang kami terima, setidaknya dalam dua minggu terakhir, sudah ada lima mobil yang menjadi korban, kebanyakan taksi online. Karena dianggap rute paling pendek menuju ke hotel di sekitar situ," ungkap Aris.

Evakuasi sempat terkendala karena gang yang terlalu sempit. “Kita punya mobil derek khusus untuk evakuasi kejadian seperti ini. Tetapi karena jalan gang sempit, dan sulit cari celah, sehingga proses mengangkat kendaraan dilakukan secara manual," ungkap Aris.

Agar tak ada lagi mobil yang menjadi korban, Damkarmat Jember hari ini juga membuat dan menggungah video imbauan di akun media sosial resmi mereka. Isinya mengimbau agar pengemudi mobil roda empat, terutama angkutan taksi daring untuk tidak lagi melewati jalur tersebut. “Kita berharap agar para pengemudi ojol, terutama yang pakai mobil, lebih waspada dan tidak masuk ke gang itu lagi," pungkas Aris.