Liputan6.com, Jakarta - Setelah melakukan penyelidikan, penyidik Satreskrim Polres Sabu Raijua, Polda NTT resmi menahan BEKD, SPd alias Benyamin (60), guru pencabul siswa di ruangan kelas.
Guru sekolah dasar di Kabupaten Sabu Raijua, NTT ini ditahan sejak Rabu (28/5/2025) hingga 20 hari kedepan.
"Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," ujar Wakapolres Sabu Raijua, Kompol Liberto Silaban, Minggu 1 Juni 2025.
Advertisement
Ia mengatakan, tersangka pencabulan itu dijerat dengan pasal 82 ayat (1) jo ayat (2) jo ayat (4) Undang–undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang–undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
"Pasal ini mengatur kalau tersangka dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar," jelasnya.
Polisi sudah mengamankan barang bukti satu unit telepon genggam merk vivo S1 model vivo 1907 warna biru muda menggunakan casing warna coklat dan satu unit telepon genggam merk vivo Y 03 T warna tosca muda casing coklat.
Diamankan juga satu pasang seragam milik korban OH dan milik AALR serta milik MR.
Ia mengatakan kasus ini terungkap saat ujian akhir di SD Negeri Lobolauw awal bulan Mei 2025 lalu. Saat itu, beberapa siswa menceritakan kepada guru pengawas atas aksi cabul tersangka.
Mereka mengaku kalau saat pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), 30 April 2025 lalu, tersangka memperlihatkan video dan gambar porno kepada siswa.
Usai mempertontonkan video porno, tersangka lalu mencabuli sembilan siswa di ruangan kelas.
Â
Simak Video Pilihan Ini:
Ada 9 Korban
PU, salah satu guru di sekolah dasar mengaku mendengarkan keluhan dari orang tua korban IKD (12). Ia lalu melaporkan kejadian tersebut ke guru dan kepala sekolah.
Berkat pengakuan korban MR, delapan korban lainnya pun akhirnya membuka aksi keji guru kelas itu.
"Untuk sementara ada ada sembilan korban. MR (12), IKD (12), DLR (11), MK (12), OI (12), AALR (12), ETM (11), BH (12) dan VLH (12)," ungkapnya.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, rata-rata korban mengaku kalau pelaku meraba alat kelamin dan mencium korban. Pelaku bahkan memaksa korban membuka pakaian bahkan ada korban yang dijanjikan akan dijadikan istri kedua.
"Korban lain mengaku hanya dipeluk dan dielus-elus pelaku," katanya.
Buka Video Porno
Berbeda dengan korban lainnya, korban ETM (11) mengaku jika ia diajak nonton video porno oleh gurunya.
Usai menonton, gurunya itu meraba alat kelaminnya hingga menciumnya.
"Semua kejadian itu dilakukan di ruangan pelaku sebagai wali kelas," katanya.
Saat ini penyidik PPA Satreskrim Polres Sabu Raijua sudah berkoordinasi dengan UPTD PPA Propinsi NTT guna pelaksanaan konseling psikologi terhadap korban.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240225/original/096160100_1748884749-Guru_Cabul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530328/original/010901600_1782462526-57946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414309/original/051185500_1782298918-1001389809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414311/original/059317000_1782298918-1001389811.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826780/original/062578300_1426130957-20140504022234067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8341524/original/041309900_1782213606-369767.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189923/original/005208500_1744810715-673_x_373_rev__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258589/original/012481400_1781369891-ayah_cabuli_anak_kandung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6477751/original/060315600_1779338015-ini-reaksi-pria-di-jakarta-soal-paedofil-dihukum-kebiri.jpg)