Pertamina Berdayakan Ekonomi Masyarakat Adat Desa Lamalera

Kehadiran ruang kolaborasi diharapkan mampu menyatukan ide kreatif dan berkolaborasi, sehingga mampu menumbuhkan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kelestarian budaya desa Lamalera.

Diperbarui 29 Juli 2025, 01:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lembata - Pertamina bersama masyarakat membangun ruang kolaborasi di bibir bukit Desa Lamalera B, Lembata, Nusa Tenggara Timur, untuk pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya masyarakat adat berpenduduk 911 jiwa.

“Lestarikan ruang ini dan jadikan sebagai ruang untuk berpikir bersama,” ujar Corporate Secretary Pertamina Brahmantya Satyamurti Poerwadi, dalam meresmikan ruang kolaborasi, beberapa waktu lalu

Menurutnya, kehadiran ruang kolaborasi diharapkan mampu menyatukan ide kreatif dan berkolaborasi, sehingga mampu menumbuhkan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kelestarian budaya desa Lamalera.

“Suatu kebanggaan bagi Pertamina, bisa membangun daerah terpencil yang kaya akan potensi ekonomi, tradisi, dan budaya turun-temurun,” kata dia.

Dalam prakteknya, program sekolah adat dan muatan lokal diimplementasikan dengan membuat buku sekaligus kurikulum pembelajaran yang berisi tentang tradisi, syair, bahasa dan sastra Lamalera, hingga gaya hidup ramah lingkungan dan energi terbarukan.

“Materi pembelajaran tersebut kemudian diajarkan kepada 213 siswa/i dari empat sekolah (SDI Lamalera, SMP APPIS Lamalera, SMKN 1 Lembata, dan SMA APPIS Lamalera),” papar dia.

Tidak hanya pembelajaran kelas, mereka juga diajarkan praktik penanaman bibit pohon produktif, seperti malapari, sirsak, jambu, mahoni, beringin, jambu, sengon, dan merbau serta pembuatan bioreeftek atau terumbu karang buatan.

“Hasilnya, sebanyak 6.280 bibit pohon produktif telah tertanam di ruang publik, seperti sekolah, pastoran, dan kantor desa, serta membuat 700 terumbu karang buatan,” ujar dia.

Tidak hanya itu, untuk mendukung ekonomi masyarakat adat, perusahaan energi plat merah itu, memberikan bantuan dua unit solar dryer dan satu unit cold storage Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2.200 wattpeak kepada kelompok PKK Desa Lamalera.

“Selain fasilitas, mereka juga diberikan pelatihan pembuatan sekaligus manajemen usaha produk se’i ikan dan kerajinan kain perca dari limbah tenun,” kata dia.

Ciptakan Kemandirian Masyarakat

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, berharap kehadiran program itu mampu menciptakan kemandirian masyarakat melalui penciptaan ekonomi alternatif yang berkelanjutan dan pemanfaatan energi bersih tanpa merusak tradisi yang telah ada.

“Program ruang kolaborasi diharapkan mampu memberikan manfaat bukan hanya bagi perorangan melainkan komunitas sehingga desa berbasis adat di Indonesia tetap bertahan dan terus berkembang,” ujar dia.

Kepala Desa Lamalera B Matheus Gilo Bataona mengapresiasi program Pertamina dan berkomitmen untuk terus mendukung agar manfaat yang dirasakan dapat berkelanjutan.

“Dari apa yang diberikan, kami berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya supaya manfaatnya dapat dirasakan terus-menerus oleh masyarakat Desa Lamalera,” ujar dia.

Seperti diketahui, Desa Lamalera dikenal sebagai desa nelayan yang memiliki tradisi Levo Nuang atau tradisi berburu ikan paus yang telah berusia lebih dari 500 tahun. Meskipun demikian, ada aturan adat yang harus ditaati masyarakat, seperti dilarang menangkap paus biru, dilarang memburu paus yang sedang hamil, dan memprioritaskan paus yang jantan untuk diburu.

Dalam program ini, Pertamina Foundation menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata, BenihBaik.com, Paroki Gereja Katolik St. Petrus-Paulus Lamalera, LSM Lembata, Barakat serta tetua adat desa.

Program ini sejalan program Asta Cita pemerintah, dalam realisasi Environmental, Social & Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 4 yaitu pendidikan berkualitas dan poin 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian SDGs.