Lebih dari Seribu Calon Haji Kabupaten Sukabumi Mulai Diberangkatkan, Tertua Usia 96 Tahun

Kemenag Kabupaten Sukabumi jelaskan terdapat perbedaan teknis keberangkatan antara gelombang satu dan dua. Selain itu, ada 100 calon haji yang gagal berangkat karena berbagai faktor.

Diterbitkan 05 Mei 2025, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Sebanyak 1.621 calon haji dari Kabupaten Sukabumi secara resmi memulai perjalanan ibadah mereka setelah dilepas dari Gedung Pusbang DAI Cikembang, Kecamatan Cikembar, pada Sabtu (3/5/2025). 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Dadang Ramdani, menyampaikan rincian mengenai proses pemberangkatan yang dibagi dalam dua gelombang.

"Alhamdulillah, pada kesempatan ini sebanyak 1.621 jemaah calon haji Kabupaten Sukabumi akan kita terbangkan dalam dua gelombang," ujar Dadang Ramdani.

Untuk gelombang pertama, kloter 6 menjadi keberangkatan perdana, disusul kemudian oleh kloter 18. Perjalanan gelombang pertama ini akan dimulai dari Pusbang DAI, menuju Embarkasi Jakarta-Bekasi untuk transit semalam, sebelum akhirnya terbang ke Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah dan melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan umrah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah.

Dadang kemudian menjelaskan perbedaan teknis keberangkatan untuk gelombang kedua pada ibadah haji 2025 ini. Yaitu terdiri dari kloter 39 dan 56, alur keberangkatannya sedikit berbeda. Dari Pusbang DAI, jemaah akan menuju embarkasi, dan dari sana langsung terbang menuju Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.

Setibanya di Jeddah, mereka akan langsung melaksanakan umrah dan menuju Makkah, kemudian melaksanakan wukuf di Arafah, dan rangkaian ibadah haji akan ditutup dengan pelaksanaan arbain di Madinah. 

“Untuk kepulangan, jemaah gelombang pertama akan kembali melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah, sementara gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad," jelasnya.

Lebih lanjut, Dadang Ramdani memohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dia juga menyampaikan kabar gembira terkait kuota haji tahun ini. 

"Alhamdulillah, untuk saat ini kita surplus. Seluruh calon jemaah haji Kabupaten Sukabumi telah melunasi biaya haji, dalam kondisi sehat, dan siap untuk diberangkatkan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Usia Termuda 18 Tahun dan Tertua 94 Tahun

Ia menambahkan bahwa usia jemaah haji tahun ini bervariasi, mulai dari yang termuda berusia 18 tahun hingga yang tertua mencapai 96 tahun, dengan mayoritas jemaah adalah perempuan.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang turut hadir dalam acara pelepasan, menyampaikan rasa syukurnya. Serta berpesan agar para jemaah bisa menjaga diri selama beribadah, dan kembali dengan selamat menjadi haji yang mabrur.

Dis merinci komposisi jemaah dalam kloter pertama, yaitu 434 orang yang terdiri dari 137 laki-laki dan 235 perempuan. Dirinya juga mengingatkan para jemaah mengenai perbedaan kondisi cuaca di tanah suci. Selain itu, bahwa akan ada delapan orang pendamping yang bertugas di setiap kloter.

"Kita ketahui bersama bahwa saat ini di tanah suci sedang musim panas. Namun, alhamdulillah, telah disiapkan pendamping medis yang akan selalu siap memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan kepada seluruh jemaah haji kita," ujarnya.

100 Calon Haji Ditunda Keberangkatannya

Sementara itu, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD), Abdul Manan, menjelaskan mengenai kuota haji Kabupaten Sukabumi. 

Kuota haji untuk Kabupaten Sukabumi tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 1.621 jemaah, mengingat belum ada penambahan kuota dari pihak Arab Saudi. Dia juga memberikan informasi mengenai jemaah cadangan. 

"Alhamdulillah, ada lebih dari 100 jemaah cadangan yang telah melunasi biaya haji, dan Insya Allah mereka akan diberangkatkan pada tahun depan. Prioritas keberangkatan tahun ini tetap diberikan kepada mereka yang telah melunasi biaya haji," terangnya. 

Ia juga menyinggung adanya beberapa calon jemaah yang menunda keberangkatan. Dia menegaskan, ada beberapa jemaah yang menunda keberangkatan bukan karena gagal, melainkan karena alasan kesehatan, ekonomi, atau menunggu anggota keluarga lainnya.

"Kita mencatat ada sekitar 100 jemaah yang menunda, dan posisi mereka telah diisi oleh jemaah cadangan," tuturnya.

Dengan dimulainya pemberangkatan gelombang pertama ini, diharapkan seluruh 1.621 calon jemaah haji Kabupaten Sukabumi dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa predikat haji yang mabrur.