Liputan6.com, Bandung - Media sosial belakangan ini ramai menyorot ke seorang remaja putri yang berdebat dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terkait protes kebijakan.
Sebagai informasi, remaja putri tersebut berinisial AC merupakan remaja yang tinggal di Cikarang, Kabupaten Bekasi dan rumahnya dibongkar pemerintah setempat lantaran berdiri di atas tanah milik negara.
Atas hal tersebut, AC melakukan protes terhadap kebijakan pemerintah melalui sebuah video yang diunggah di media sosial TikToknya. Video tersebut viral di media sosial dan terpantau sudah ditonton hingga 8,8 juta kali dengan puluhan ribu komentar warganet.
Advertisement
Melalui unggahan tersebut, AC akhirnya diundang oleh Gubernur Jawa Barat bersama orang tuanya dan warga yang rumahnya turut dibongkar. Momen pertemuan tersebut turut direkam Dedi Mulyadi dan diunggah ke kanal YouTubenya.
Adapun salah satu momen jadi sorotan publik ketika sang remaja memprotes kebijakan terkait penghapusan kegiatan wisuda atau perpisahan sekolah. Namun, protesnya tersebut justru jadi perhatian masyarakat khususnya warganet dan tuai pro serta kontra.
Tidak sedikit kritik datang karena sikap AC yang dinilai tidak mengerti bahwa kebijakan larangan wisuda dan perpisahan agar tidak membebani orang tua. Kemudian ada juga pujian terhadap sikapnya yang berani mengutarakan pendapat dan kemampuan berkomunikasinya.
Siapa AC?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4715304/original/056824100_1705203009-photo_2024-01-14_10-22-29.jpg)
AC diketahui sebagai remaja asal Bekasi yang jadi sorotan karena keberaniannya menyampaikan kritik atas sejumlah kebijakan pemerintah langsung ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Adapun AC diketahui lahir pada 16 September di Bekasi, Jawa Barat dan merupakan siswi kelas XII di salah satu SMA di kota Bekasi. Dia juga diketahui aktif di media sosial mulai dari TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Melansir dari media sosialnya, AC sering membagikan konten terkait kecantikan hingga fesyen. Pada usia muda, AC juga aktif menjadi model untuk sejumlah produk dan pernah tampil dalam acara televisi.
Saat ini, AC viral di media sosial karena keberaniannya dalam menyampaikan kritikan meski tuai pro dan kontra di antara warganet.
Advertisement
Respon Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menilai remaja berinisial AC yang berdebat dengannya soal penghapusan wisuda adalah sosok yang berani dan ikhlas, meski banyak yang menyebut remaja tersebut merupakan setting-an.
"Saya mah tidak berprasangka baik dan tidak berprasangka buruk. Saya berprasangka baik, anak itu pintar dan berani sehingga mau menyampaikan di depan gubernur. Saya juga menganggap anak itu ikhlas," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dikutip di Bandung, Selasa (29/4/2025).
Meski menganggap AC pintar, berani dan ikhlas, Dedi menekankan tugas gubernur dalam hal perdebatan seperti yang terlihat di rekaman video, adalah untuk mengarahkan agar argumentasinya memiliki dasar hukum yang kuat.
"Pendapatnya bukan hanya dirinya sendiri. Orang tuanya boleh wisuda, orang tuanya boleh perpisahan. Cuma Rp1 juta doang itu bagi keluarga mereka. Tapi bagi keluarga yang lain itu sangat berat," ujar Dedi.
Terkait wisuda, Dedi menegaskan untuk sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA, tidak boleh ada wisuda dan perpisahan diharap diselenggarakan secara sederhana di sekolah.
"Sudah kenaikan kelas, kenaikan kelas, kelulusan, kelulusan. Perpisahan selenggarakan secara sederhana di sekolah," katanya.
Dia mencontohkan dalam acara perpisahan, para siswa bisa diarahkan untuk bermain teater, bermain musik, mengingat juga ada pendidikan seni di sekolahnya dan bisa ditonton serta menghibur para siswa lainnya di sekolah tersebut.
"(Jadi) Tidak usah lagi panggil band yang Rp200 juta ke sekolah. Nanti korbannya orang tua, termasuk pinjam bank emok (rentenir). Itu kan yang terjadi," tutur Dedi.
AC menjadi perhatian setelah ia muncul di YouTube Dedi Mulyadi. Remaja perempuan itu viral karena berani mengkritik sang Gubernur Jabar dengan menanggapi kebijakan soal perpisahan atau wisuda anak sekolah yang tak perlu dilakukan.
Menurut AC wisuda, hal yang penting untuk merayakan momen kelulusan. Ia pun berpesan agar wisuda tidak dihapus karena tidak semua orang akan menerimanya.
"Mohon maaf ya Pak, saya bukannya menolak kebijakan Bapak, maksudnya apapun itu saya mendukung. Cuma jangan dihapus Pak, enggak semua orang itu bisa terima," kata AC.
Menanggapi itu, Dedi mengatakan bahwa bagi orang miskin, uang untuk wisuda akan lebih bermanfaat jika digunakan hal lain. Mantan Bupati Purwakarta ini mengatakan jika menyadari kemampuan ekonomi rendah maka sebaiknya hidup prihatin.
"Seluruh pengeluaran ditekan, digunakan untuk yang positif, pengembangan diri. Lah, ini orang enggak punya, tinggal di bantaran sungai," katanya.
Ia menambahkan banyak orang tua yang menyambut baik kebijakan penghapusan wisuda untuk anak sekolah.
"Orang tua yang lain itu menyambut gembira ketika wisuda dihapus. Keluarga ini menolak wisuda dihapus," kata Dedi pada AC yang disebut-sebut merupakan model tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151892/original/008399500_1741218896-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1228397/original/098032900_1462862881-Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458366/original/038352700_1767077924-IMG_20251230_123004_818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8336480/original/050820800_1782207313-pg23-wanita-disekap-c1b2a8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264272/original/011693100_1782104507-IMG_1549.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264271/original/074611200_1782104505-IMG_1547.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)