Di Tepi Samudera Hindia, Girikarto Menjadi Destinasi Wisata Andalan Gunungkidul

Berada di selatan Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dahulu Girikarto seperti wilayah yang kehilangan asa. Ombak besar yang menghantam tebing curam seolah menjadi gambaran betapa sulitnya harapan untuk berkembang.

Diperbarui 03 Mei 2025, 20:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gunungkidul - Jika dulu disebut sebagai wilayah yang terpencil, kini Kelurahan Girikarto di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelma menjadi salah satu kawasan yang penuh harapan dan kemakmuran.

Berada di selatan Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dahulu Girikarto seperti wilayah yang kehilangan asa. Ombak besar yang menghantam tebing curam seolah menjadi gambaran betapa sulitnya harapan untuk berkembang. Namun, perjalanan waktu membuktikan, apa yang dulu dianggap sebagai keterbatasan kini justru menjadi kekuatan utama.

Di masa sekarang, kawasan pesisir yang dulu sunyi itu telah tumbuh menjadi deretan destinasi wisata yang menawan. Pantai Gesing, Teras Kaca, Taman Watu, Puncak Segoro, hingga HOV HeHa Ocean View dan Gesing Wonderland, semua berlokasi di Kalurahan Girikarto.

Keindahan alamnya tak hanya memikat wisatawan domestik, tetapi juga menarik perhatian turis mancanegara.

Sumardiyono, Lurah Girikarto, mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Pihak kalurahan aktif mendorong pengembangan pariwisata dengan memfasilitasi kemudahan bagi para pelaku usaha wisata.

"Kami mengadakan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas SDM. Kami juga memberikan bantuan stimulan untuk UMKM, khususnya di bidang kuliner," ujarnya.

Tidak berhenti di situ, upaya meningkatkan kesejahteraan warga juga dilakukan melalui kerja sama strategis dengan investor dan pengelola destinasi wisata.

"Kami meminta agar mereka memprioritaskan tenaga kerja lokal dan membantu memasarkan produk UMKM di lokasi wisata. Alhamdulillah, ini sudah berjalan," tambahnya.

Semangat membangun ini pula yang membawa Girikarto ikut serta dalam ajang Evaluasi Perkembangan Kalurahan Tingkat Kabupaten Gunungkidul atau Lomba Desa 2025, yang klarifikasi lapangannya dilakukan pada 24 April lalu.

"Dalam lomba ini, tentu kami berharap Girikarto bisa meraih hasil maksimal, yakni juara pertama," kata Sumardiyono penuh optimisme.

Tak hanya mengandalkan sektor pariwisata, Kalurahan Girikarto juga mencatat kemajuan di berbagai bidang lain, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelestarian adat dan tradisi, pendidikan, kesehatan, keamanan, hingga sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan.

Mereka juga mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk pelayanan publik serta mendorong produk unggulan lokal seperti abon ikan dan kerupuk ikan, yang kini mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

Transformasi Girikarto adalah bukti bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan visi yang jelas, sebuah daerah yang dulu terpinggirkan mampu bangkit menjadi kebanggaan daerah, bahkan bangsa.

Â