Sukses

Piala Dunia 2022: Beda Sukacita Pendukung Jepang dan Jerman di Laga Pamungkas, Samurai Biru Ditunggu Kroasia

Liputan6.com, Jakarta - Jepang kembali membuat kejutan besar di Grup E Piala Dunia Qatar 2022. Timnas berjulukan Samurai Biru itu mengalahkan Spanyol 2-1 di Stadion Internasional Khalifa, Qatar, pada Jumat (2/12/2022).

Tak hanya mengalahkan juara Piala Dunia 2010 dan memuncaki klasemen Grup E, Jepang yang diasuh Hajime Moriyasu juga menyingkirkan Jerman yang notabene adalah juara Piala Dunia 2014.

Sang Nippon melakukan comeback dalam waktu tiga menit yang terbilang gila di Stadion Internasional Khalifa. Dua gol Jepang yang membalikkan keadaan dijaringkan Ritsu Doan dan Ao Tanaka.

Sedangkan, Spanyol sempat unggul di babak pertama lewat sundulan Alvaro Morata di menit ke-11. Striker Atletico Madrid itu sukses menuntaskan umpan silang Cesar Azpilicueta.

Ultra Nippon, pendukung Jepang di Stadion Khalifa pun bersorak sorai menyambut kemenangan timnas mereka.

"Sungguh menakjubkan. Ini adalah pertandingan No. 1 sejarah (sepak bola),” kata salah seorang pendukung Timnas Jepang, Shinjiro Shide dikutip dari The Straits Time.

Samurai Biru mengalahkan pemenang Piala Dunia 2010 Spanyol, setelah mengalahkan juara 2014 Jerman dengan skor yang sama 2-1 dan di tempat yang sama, delapan hari sebelumnya. Di kedua laga tersebut, mereka membalas dengan gol di babak kedua.

Di sela-sela kemenangan terkenal itu, Jepang terpuruk dalam kekalahan 1-0 dari Kosta Rika.

Namun, setelah laga ketiga, Jepang berhasil memuncaki Grup E di depan Spanyol yang bergabung dengan mereka di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022. Sementara juara Piala Dunia empat kali, Jerman terpaksa keluar dari babak penyisihan grup turnamen ini untuk kedua secara berturut-turut.

“Saya masih tidak tahu bagaimana kami kalah dari Kosta Rika. Tapi untuk mengalahkan Spanyol dan Jerman, aku tidak bisa mempercayainya,” kata penggemar lain, Shunji Kondo.

Ultra Nippon, dipersenjatai dengan bendera, spanduk, dan drum mereka, yang telah memberikan yel-yel untuk ‘membunuh’ tim raksasa yang Jepang hadapi.

Para pendukung Jepang pada umumnya juga telah mencintai diri mereka sendiri kepada penduduk setempat dan penggemar yang berkunjung dengan kostum mereka. Serta dengan kebiasaan mereka tinggal di belakang setelah pertandingan untuk memungut sampah dari tribun.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jerman Menang, Tapi Tak Lolos

Sementara di tempat lain, Jerman mampu mengalahkan Kosta Rika. Kosta Rika bahkan sempat unggul dari Jerman dan tampaknya mereka dan Jepang akan maju dengan mengorbankan dua mantan juara.

Tetapi Jerman mencetak tiga gol dalam 17 menit terakhir untuk menang 4-2, sehingga hasil yang membantu Spanyol maju ke Babak 16 Besar.

Euforia orang Jepang sangat kontras dengan suasana hati di Jerman. Di sebuah bar di Berlin timur kosong dengan cepat, Eric Warncke (27) warga setempat, kecewa tetapi mengatakan dia sudah curiga itu mungkin terjadi.

"Tidak ada yang mengharapkan Jepang mengalahkan Spanyol, tetapi pada akhirnya kami tersingkir sepatutnya,” ujarnya.

Dalam benaknya, ada terlalu sedikit karakter, terlalu sedikit pemimpindalam pasukan Hansi Flick dibandingkan dengan tim sebelumnya.

“Secara individu mereka semua adalah pemain bagus, tetapi itu bukan tim,” ucap Warncke, meratapi hilangnya Bastian Schweinsteiger dan Lukas Podolski yang mengangkat trofi pada 2014.

3 dari 4 halaman

Jepang Hadapi Kroasia

Jepang selanjutnya akan menghadapi finalis Piala Dunia 2018 Kroasia di babak 16 besar pada Senin, dan ingin mencapai perempat final untuk pertama kalinya. Sedangkan, Spanyol menghadapi Maroko pada Selasa.

4 dari 4 halaman

Klasemen

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS