Sukses

Idul Adha 2022, Wali Kota Batam Imbau Warga Masak Daging Kurban Sampai Matang

Liputan6.com, Batam - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku yang merebak dan banyak menyerang hewan ternak di Batam, membuat Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengimbau warga agar mengolah daging sapi hingga benar-benar matang. Hal itu, katanya, bertujuan mematikan bakteri dan virus yang ada pada daging tersebut. 

"Saya minta agar memasak daging dengan benar-benar matang. Karena virus itu bisa mati jika berada di suhu yang panas.Meskipun sudah ada penjelasan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit sapi tidak menularkan kepada manusia, dan hanya terjadi penyebaran antar hewan saja," katanya Rabu (6/7/2022).

Berdasarkan hasil laboratorium Balai Veteriner Bukit Tinggi menyatakan 15 ekor sapi di Kota Batam terjangkit penyakit mulut kuku (PMK).

Dengan begitu, Rudi menegaskan daging sapi tetap bisa dan aman dikonsumsi, hal ini sesuai dengan penjelasan dokter hewan, serta didukung dengan fatwa Majelis Ulama Indoneisa (MUI).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis menambahkan pada saat hari pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, panitia pelaksana disarankan untuk menyiapkan alat rebusan yang akan digunakan merebus membagikan kaki, mulut dan jeroan jika ada yang ingin didistribusikan.

"Kemudian pemotongan untuk kepala, kaki dan jeroan itu kami rekomendasikan apabila memang masih ingin digunakan agar terlebih dahulu direbus. Jadi masjid nantinya harus menyiapkan alat untuk merebus apabila memang ingin membagikan kaki, mulut dan jeroan," kata Mardanis.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Dikubur

Namun, jika pada akhirnya tiga bagian tersebut tidak didistribusikan, maka panitia pelaksana harus segera mengubur bagian-bagian tersebut.

"Jadi nanti masjid itu ada dua pilihan, kalau mau membagikan kaki, kepala dan jeroan itu direbus, atau kalau memang tidak sanggup merebus, harus dikuburkan. Bukan karena tidak boleh makan, cuma menghindari akan menyebar ke sapi-sapi lainnya jika dibagikan seperti biasa," katanya.