Sukses

Penuhi Kebutuhan Daging Sapi Lokal, Bali Genjot Program 'Sikomandan'

Liputan6.com, Denpasar Bali menjadi salah satu provinsi pemasok daging sapi lokal di Indonesia. Menghadapi kebutuhan stok daging sapi lokal Bali telah menyiapkan 60.000 ekor sapi yang siap didistribusikan ke luar Pulau Dewata. Untuk menggenjot populasi ternak sapi Bali telah diluncurkan Program Sikomandan sejak tahun 2017 lalu.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, A A Istri Intan Wiradewi, SPt.,MSi mengatakan sejauh ini Bali akan mampu memenuhi kebutuhan sapi lokal untuk kebutuhan daging di Indonesia lantaran sejak lama menerapkan program Sikomandan.

"Sampai hari ini sapi Bali memang sebagian besar di antar pulaukan untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi di luar Bali khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Untuk menggenjot populasi sapi Bali kita ada program Sikomandan (sapi kerbau andalan negeri)," katanya kepada Liputan6.com di Denpasar, Bali, Jumat (22/1/2021).

Ia mengaku, Bali telah menyiapkan puluhan ribu sapi Bali siap dikirim antar pulau di Indonesia. "Di awal tahun 2021 kuota sapi yang disiapkan untuk antar pulau sebanyak 60.000 ekor," ucap dia. 

Kabid menyebut bali masih sanggup memenuhi kebutuhan daging sapi lokal di Indonesia lantaran dalam beberapa tahun belakangan memiliki program Sikomandan tersebut. Hal itu dilakukan sejak tahun lalu untuk meningkatkan populasi sapi Bali, agar kebutuhan sapi lokal tetap terpenuhi. 

 

2 dari 2 halaman

Awal Tahun 2021 Bali Siapkan Pasokan Sapi 60.000 Ekor

"Sikomandan adalah program untuk meningkatkan populasi sapi Bali melalui optimalisasi reproduksi sapi. Kegiatannya antara lain adalah Inseminasi Buatan (IB) gratis, pemeriksaan kebuntingan, pelaporan kelahiran, penanggulangan gangguan reproduksi, pengawasan pemotongan betina produktif, dan penyebaran hijauan pakan ternak berkualitas," kata Kabid.

Kabid memastikan pasokan sapi Bali akan tetap aman di tahun 2021 ini. Program Sikomandan yang diluncurkan sejak tahun 2019 adalah lanjutan dari prgram SIWAB (sapi induk wajib bunting) yang diluncurkan tahun 2017. "Program Sikomandan cukup efektif untuk meningkatkan kelahiran sapi," tuturnya.

Namun kendati menjadi program Sikomandan sangat efektif untuk meningkatakan kelahiran sapi Bali. Tapi populasi sapi Bali sempat turun pada saat erupsi Gunung Agung 2017 silam. "Populasi sapi Bali sempat turun pada tahun 2017, saat erupsi Gunung Agung. Karena, banyak warga menjual sapinya waktu itu. Sementara untuk pasokan sapi untuk kebutuhan daging di Indonesia sejauh ini masih sangat aman," katanya. 

Sementara itu, kabid menjelaskan harga daging sapi lokal di pasaran Bali masih dalam batas normal di kisaran harga konsumen adalah sekira Rp100 ribu rupiah. "Harga Konsumen Bali pada 21 Januari 2021 Rp101.250 ribu rupiah/kg. Sementara untuk kebutuhan bahan lainnya juga masih stabil tidak ada lonjakan," ucap Kabid.