Sukses

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Liputan6.com, Gorontalo - Hampir 75 tahun Indonesia merdeka, namun warga Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, masih belum menikmati buah kemerdekaan itu. Akses jalan di kampung mereka rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Kesal dengan situasi tersebut, warga menanam pisang sebagai bentuk protes.

Warga mengaku, jalan tersebut selalu diusulkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), namun oleh pemerintah desa tak kunjung direspons. Kekesalan warga memuncak setelah masuk musim hujan, kondisi jalan terlihat makin parah, padahal itu satu-satunya akses jalan menuju desa.

Arif Rahim salah satu warga saat ditemui Liputan6.com, Minggu (2/8/2020) mengatakan, aksi menamam pisang di tengah jalan rusak terpaksa mereka lakukan demi mendapat perhatian pemerintah daerah setempat. Pasalnya sudah dilakukan berbagai upaya, namun selalu saja tak membuahkan hasil. Jalan desa dibiarkan rusak begitu saja.

"Karena tidak kunjung diperbaiki, mungkin ditanami pisang lebih cocok, sebab tanahnya terlihat basah," kata Arif menyindir.

"Dari pada tidak mau diperbaiki, lebih baik kami tanam pisang lebih berguna," ujarnya lagi.

Dirinya menyampaikan, perbaikan jalan desa selalu diusulkan setiap ada musyawarah yang digelar setiap tahun. Namun entah mengapa usulan tersebut selalu terlewati.

"Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa di Desa Daenaa itu hampir Rp2 miliar dan yang terbesar di Kabupaten Gorontalo, tapi kok jalan tidak bisa dialokasikan," kata Arif.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Daenaa, Taufik Buhungo saat dikonfirmasi mengaku, memang jalan itu sudah masuk dalam pembangunan jangka menengah, namun ada program yang lebih prioritas jadi mungkin dialihkan.

"Tetap saya akan perjuangkan, untuk masyarakat dimohon tetap bersabar sembari menunggu anggaran tahun ini akan dibahas lagi," katanya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: