Sukses

Enam Warga Riau Terjebak di Kota Wuhan

Liputan6.com, Pekanbaru - Enam warga asal Riau terjebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Mereka tertahan di asrama mahasiswa setempat karena otoritas di sana mengisolasi kota itu agar virus Corona tak meluas.

Pemerintah Provinsi Riau bakal berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal dan Kedutaan Besar Indonesia di China terkait nasib WNI ini. Langkah evakuasi akan dilakukan jika otoritas setempat memberikan izin.

Sekretaris Daerah Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid menyebut sudah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Mimi Yuliani berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengetahui nasib warga tadi.

"Kabar terakhir kabar warga Riau di sana baik, ada enam orang," kata Yan Prana usai mengecek thermo scanner di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Riau sudah menyiapkan ruangan isolasi di Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru. Selain untuk warga tadi, ruangan ini juga sebagai persiapan jika nanti ada warga Riau atau pendatang lainnya terinfeksi Virus Corona.

Yan Prana menjelaskan, pengecekan thermo scanner dan ruang isolasi di rumah sakit perlu dilakukan sebagai persiapan jika virus mematikan itu sampai ke Pekanbaru. Di bandara, Yan Prana juga melihat langsung pengukuran suhu di pintu kedatangan internasional.

"RSUD sebagai rujukan harus siap. Namun, kita berharap jangan sampai virusnya sampai ke Riau," kata Yan Prana.

Tak hanya RSUD, Pemprov Riau juga sudah berkoordinasi dengan rumah sakit swasta sebagai persiapan kemungkinan terburuk menyebarnya Virus Corona.

Meski mengkhawatirkan, Yan Prana menyatakan tidak akan menghentikan kedatangan warga China ke Riau. Menurut dia, hal ini merupakan otoritas pemerintah pusat.

2 dari 2 halaman

Siapkan Ambulans

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Mimin Yuliani Nazir meminta masyarakat agar tidak panik menyikapi virus ini. Dia menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan dari kabupaten atau kota serta sarana pelayanan kesehatan di Riau tentang masuknya virus ini.

"Masyarakat diimbau tetap waspada, tapi tetap jangan panik," kata Mimi.

Mimi menyatakan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terus memindai suhu penumpang di kedatangan internasional. Ambulans juga disiagakan kalau nanti ada yang terjangkit.

"Ambulans bertujuan memobilisasi jika ada suspect Corona ke RSUD Arifin Ahmad," ucap Mimi.

Sebagai langkah antisipasi, Mimi meminta masyarakat untuk lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan secara rutin sebelum memegang hidung, mata, dan mulut.

Kemudian, gunakan penutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk dan jangan lupa gunakan masker. Jika mengalami gejalanya, segera bawa ke sarana pelayanan kesehatan.

"Caranya tunggu kering selama 20 detik dan keringkan dengan tisu sekali pakai, atau menggunakan alkohol 70-80%," saran Mimi.

Mimi menyebutkan, virus Corona ini merupakan penyebab pneumonia yang merupakan infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru. Penyebabnya adalah berbagai mikro organisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.

"Gejala yang muncul pada pneumonia ini, di antaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak sekaligus sulit bernafas. Dan beberapa kondisi sering ditemukan pada orang yang lanjut usia, atau memiliki penyakit penyerta lain," ungkap Mimi.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Diduga Jalani Ritual Sesat, Ayah Sumpal Mulut Anak dengan Lembaran Alquran
Artikel Selanjutnya
Ayah di Pekanbaru Sumpal Mulut Anaknya Pakai Lembaran Alquran hingga Tewas