Sukses

Kaum Milenial Harus Mulai Investasi Saham, Ini Alasannya

Liputan6.com, Yogyakarta Pasar modal di Indonesia semakin menggeliat. Investasi saham mulai banyak diminati anak muda. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat partisipasi kaum milenial di pasar modal mulai menunjukkan kenaikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak 12 Juli 2019 terdapat  2.001.456 Single Investor Identification (SID) sejak 12 Juli 2019. Data BEI juga menunjukkan bahwa sampai pertengahan Agustus 2019, investor saham telah mencapai lebih dari satu juta SID.

Pertumbuhan investor milenial, yakni mereka yang berusia 18 sampai 30 tahun, pun mengalami peningkatan. Terhitung sejak akhir 2016 sampai Desember 2018, jumlah investor berusia 18 sampai 25 tahun meningkat 116,78 persen, dari 70.000-an menjadi 150.000 orang. Sedangkan jumlah investor berusia 26 sampai 30 tahun meningkat 90,39 persen, dari 60.000-an menjadi 110.000-an orang.

“Walaupun ada pertumbuhan positif, tetapi ternyata tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, termasuk sektor pasar modal, masih relatif rendah,” ujar Inarno Djajadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, seusai membuka IDX-RHB Investment Summit 2019 di Yogyakarta, Rabu (4/9/2019).

Ia menuturkan untuk menjawab tantangan itu, BEI terus mempromosikan pasar modal ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak melulu investor korporasi, melainkan juga retail.

Inarno menyebutkan BEI merupakan satu-satunya bursa efek di dunia yang memiliki 30 kantor perwakilan di provinsi dan ratusan galeri investasi di kampus-kampus.

“Ini jadi cara kami jemput bola,” tuturnya.

Menurut Inarno, kaum milenial harus mulai menabung saham karena mereka memiliki kecenderungan perilaku konsumtif. Oleh karena itu, BEI menawarkan kepada kaum milenial untuk berinvestasi melalui produk reksadana untuk pemula, exchange traded fund (ETF), dan sebagainya.

 

2 dari 2 halaman

Menabung Saham lewat Aplikasi Ponsel Pintar

Pada IDX-RHB Summit 2019, versi teranyar RHB TradeSmart ID diluncurkan. Aplikasi perdagangan saham ini dilengkapi fitur Watchlist yang memungkinkan investor untuk memantau dan menganalisis saham-saham pilihan dengan bantuan Assisted Robo Optimization (ARO). . Pembaruan aplikasi ini diyakini dapat membantu para investor dan trader, bahkan para pemula sekalipun, untuk mengambil keputusan dalam transaksi sahamnya secara cepat, mudah dan real time.

“Untuk orang awam kami ingin memberikan literasi yang mudah lewat aplikasi yang bisa menuntun untuk memberi saran saham yang dibeli,” ucap Thomas Nugroho, Head of E-Broking PT RHB Sekuritas Indonesia.

Selain Watchlist, aplikasi ini juga dilengkapi fitur Best Quote yang memberikan gambaran real time bagi investor terkait dengan perkembangan harga, harga antrean jual dan beli, serta harga saham yang sudah terjadi di hari tersebut.

Ia berharap, seluruh fitur inovatif dalam aplikasi ini bisa membantu memandu para investor, baik investor pemula maupun investor berpengalaman, untuk mendapatkan kesempatan yang sama kapan dan dimana pun untuk meraih keuntungan yang optimal atas momentum investasi yang menarik.

“Aplikasi ini juga memudahkan orang yang sibuk untuk bisa mengamati perkembangan saham,” kata Thomas.

Loading
Artikel Selanjutnya
Yogyakarta Siapkan Aturan Larangan Konsumsi Daging Anjing, Ada Sanksinya?
Artikel Selanjutnya
Saat Menteri Pendidikan Victoria Australia Penasaran dengan SMPN 2 Sleman