Sukses

Cita Rasa Nasi Soon Bu Roso yang Legendaris di Gondomanan

Liputan6.com, Yogyakarta - Mendengar kata Nasi Soon mungkin tidak begitu familiar di luar Jogja atau Jawa. Tapi di Yogya Nasi Soon Sambel Joos Bu Roso atau Nasi Soon Bu Roso selalu ditunggu saat dibuka.

 

Nama Nasi Soon mungkin terdengar langka bagi banyak orang di luar Jogja. Tapi bagi warga setempat, Nasi Soon Bu Roso kerap dinanti waktu bukanya.

"Bahkan warung belum buka saja sudah ada yang datang. Sudah tiap sore sebelum buka begitu,” kata Ibu Suroso pemilik Warung Nasi Soon Bu Roso kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Suroso mengatakan Nasi Soon Bu Roso yang dijualnya biasanya habis dalam hitungan jam saja. Banyak pelanggan atau pembeli yang sering gigit jari karena kehabisan.

"Bukanya jam empat sore sampai habis. Jam lima sudah habis ya sebelum Magrib itu sudah habis," katanya.

Warung seperti angkringan ala Jogja ini hanya menjualNasi Soon dengan sambal dan aneka gorengan. Warung Nasi Soon yang ada di Jalan Brigjend Katamso, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja sangat cocok di lidah masyarakat.

"Alhamdulillah banyak yang jodoh.  Sambel kaleh (sama) soon. Harga cabai mahal kita tetap nyambel, jaga rasa. Ciri khas soon dan sambel. Sambel beda dengan lainnya," katanya.

Karena banyak yang cocok dengan sambal dan soonnya inilah menarik para tokoh dan artis datang ke warung sederhananya. Ia mengaku tidak menyangka warungnya didatangi orang terkenal.

"Senajan (walaupun) angkringan, banyak yang cocok, yang beli orang sugih (kaya). Artis ada juga Harry de Fretes, Hudson, Marwoto, Bedu kuliner nggih (juga) pernah ke warung Nasi Soon Bu Roso," katanya.

 

2 dari 6 halaman

Rp5 Ribu Saja

Salah satu yang membuat warung ini selalu didatangi pembeli dan pelangganya karena harganya yang murah. Nasi bungkus berisi nasi, sambel dan soon ini hanya dihargai Rp5 ribu saja perbungkusnya.

"Satu bungkus harganya lima ribu kalo yang jumbo tujuh ribu," katanya.

Selain Nasi Soon pembelinya banyak yang menyukai menu sajian lainnya seperti tempe garit, ceker, sate telur, kepala ayam dan paha ayam. Namun tempe garit dan ceker menjadi menu yang paling cepat habis di warungnya.

"Ada macam-macam gorengan. Ayam, paha, kepala, ceker, tahu, bakwan,  temp telur. Tiga buah dua ribu kalo  gorengan. Kepala lima ribu, paha tujuh ribu. Cakar goreng seribu. Banyak yang suka juga sama tempe garitnya," kata Bu Roso.

Ia mengaku saat ini harganya belum akan dinaikkan. Ia tidak ingin membebani pembelinya jika harga makanannya dinaikkan.

“Belum ada pikiran kita cuma ikut harga pasar ya menyesuaikan harga pasar kalo harga stabil ya stabil harganya. Kasihan pembelinya kita,” katanya.

 

3 dari 6 halaman

Habis Puluhan Kg Beras  

Bu Roso menjelaskan tingginya permintaan nasi soonnya tentu berakibat pada penambahan jumlah bahan bakunya. Setiap hari berjualan setidaknya ia menghabiskan beras sebanyak 25 Kg.

“Beras 25 kg kalo soon satu bal setengah. Satu bal isi 20 iket soon. Soonya masak pakai wajan besar itu,” katanya.

Walaupun membuat soon dengan jumlah yang banyak namun cita rasa Nasi Soon Bu Roso tetap terjaga. Salah satunya dengan ramuan bumbu rahasia yang sudah dibuatnya sendiri.

“Karangan saya sendiri tidak ada  dari orang tua. Sekarang sudah ke anak,” katanya.

Soon yang diolahnya juga menggunakan bahan soon khusus sejak dahulu. Sehingga cita rasa tidak akan pernah berbeda.

“Ambil di pasar Beringharjo. Pabriknya ada di klaten kadang langsung kesana. Soon tidak hanya waton(asal). Kalo kita punya rumus sendiri. Soon yang bermutu dan bukan sembarangan,” katanya.

Perbedaannya lagi di warungnya selalu menggunakan daun pisang saat menyajikan. Ini sudah menjadi ciri khas Nasi Soon Bu Roso.

“Pakai daun pisang kan rasanya beda. Kita jaga kualitas dan rasanya beda jelas,” katanya.

Menurutnya tidak masalah jika ada yang jualan dengan konsep yang sama. Sebab, baginya rejeki masing-masing orang sudah diatur oleh Yan Maha Kuasa.

“Rejeki sudah sendiri-sendiri. Banyak yang mulai jualan yang sama, itu temen temen juga. Tapi ga masalah,” katanya.

 

4 dari 6 halaman

Awal Mula Jualan  

Bu Roso teringat kembali saat ia memulai usaha jualan nasi di Yogyakarta sekitar tahun 1993 lalu. Saat itu ia tidak hanya berjualan nasi soon saja tapi ada menu lainnya.

“Dulu di etan dalan sekarang di barat jalan. Sudah bisa sekolahain anak. Dulu buka sonten (malam) sampai subuh. Itu awal awal jualan. Lalu pembeli tahu lalu pada datang,” katanya.

Setelah bertahun-tahun jualan akhirnya pembeli menyarankan untuk jualan nasi soon dan sambelnya saja. Sebab, bagi pembeli nasi soonnya memiliki cita rasa yang enak.

“SMA itu sekitar 96  sudah mulai keliatan. Mulai dikenal. Itu pas di harga dua ribu lima ratus,” katanya.

Saat ini banyak pelanggannya yang memesan dengan jumlahyang banyak setiap harinya. Mulai dari beberapa bungkus hingga ratusan bungkus.

“Ada yang bungkus ada yang 250 bungkus, 50 bungkus. Kalasan dari Tegal dia kalo ke Jogja dia sms saya. Pesen 6-8 bungkus minta disisain. Klaten, Godean, Solo Babarsari yang rumah jauh pada telepon dulu. Jakarta juga pasti ngebel buat sangu di pesawat dan kereta,” katanya.

Warungnya hanya tutup di hari Minggu  dan hari besar Idul Fitri dan Idul Adha. Waktu tutup ini juga sudah diketahui para pembelinya.

“Libur Hari besar cuma idul fitri bisa sampai 6 hari dan idul adha paling tiga hari,”katanya.

 

5 dari 6 halaman

Testimoni Pembeli

Salah satu pelanggannya yaitu Refal Mahasiswa asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia mengetahui warung Nasi Soon Bu Roso ini dari temannya.

“Dulu dibungkus, baru sekarang makan disini biasanya ga ada tempat duduk jadi ya dibungkus,” katanya.

Ia pun awalnya juga sempat khawatir karena takut kehabisan. Sebab, setahunya jika terlalu sore maka tidak akan kebagian nasi soonnya.

“ Soalnya harus cepet karena 30 menit sudah habis karena cepet habisnya. Biasanya banyak ojek kesini ini sudah jam lima telat ga dapat lauknya biasanya pakai gorengan enak,” katanya.

Salah satu menu yang membuatnya kangen makan di Nasi Soon Bu Roso adalah telur dan tempe garitnya. Menurutnya tambahan dua menu itu membuatnya kenyang.

“Kayaknya udah lidah jogja ini. Mie dan sambelnya dan gorengan pas lagi panas panas wah mantap,” katanya.

Ia menyarankan kepada pembeli nasi Soon Bu Roso untuk datang lebih awal. Sebab, mendekati petang sudah pasti tidak kebagian nasi Soon plus sambalnya.

“Murah harga mahasiswa. Kalo balik ke sana pasti sangat kangen makanan Jogja salah satunya nasi soon ini,” katanya.

6 dari 6 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kuliah S2 di Amerika Serikat Bukan Mimpi Lagi, Begini Caranya
Artikel Selanjutnya
Limbah Kulit Jadi Sepatu Keren di Tangan Mahasiswa UNY