Sukses

Tekan Angka Kemiskinan, 4 Ribu UMKM Palembang Dapat Kucuran Dana Segar

Liputan6.com, Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali mengucurkan pinjaman ke ribuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di ibu kota Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) tersebut. Sebanyak 4.000 UMKM akan mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa bunga ataupun agunan.

Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo mengatakan, pinjaman modal usaha tanpa bunga ini menjadi salah satu langkah untuk menekan angka kemiskinan di Kota Palembang.

"Bantuan ini kita harapkan bisa menurunkan indeks kemiskinan, dari sekitar 11,7 persen menjadi di bawah 10 persen. Tahun ini target kita sebanyak 4.000 UMKM dapat pinjaman," ujarnya kepada Liputan6.com, usai Peluncuran Program Peningkatan Ekonomi Kerakyatan kepada UMKM melalui Pemberian Kredit, di rumah dinas (rumdin) Wako Palembang, Senin, 26 Juni 2018.

Penyerahan bantuan ini diberikan kepada 1.000 UMKM di Palembang, sebelumnya sebanyak 1.000 UMKM juga sudah mendapatkan kredit tanpa bunga ini. Setiap UMKM mendapatkan pinjaman modal usaha sebesar Rp 3 juta.

Pinjaman ini merupakan bentuk bantuan usaha, karena bunga yang dibebankan ditanggung oleh Pemkot Palembang. Penerima pinjaman tanpa bunga ini, harus melewati seleksi ketat dari Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Palembang.

Direktur Umum (Dirut) BPR Palembang Armansyah mengatakan, penyeleksian penerima pinjaman tanpa bunga ini sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu. Sebanyak 1.721 UMKM yang didata oleh Dinas Koperasi dan UKM Palembang.

"Kami survei tempat usahanya, ada atau tidak, penghasilan berapa per bulan dan apakah calon nasabah mampu tidak membayar kredit ini setiap bulannya selama satu tahun," katanya.

Dari survei yang dilakukan, 721 UMKM di Palembang dinyatakan tidak masuk persyaratan. Misalnya, masih adanya tunggakan pinjaman di bank swasta yang macet dan yang mengelolanya sudah lansia.

 

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada 2018 untuk wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali dan Sulsel. Ikuti juga Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Nonstop hanya di Liputan6.com.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Makanan Khas Palembang

Ada juga ditemukan usaha fiktif, karena warga yang didata kemungkinan menilai pinjaman ini hanya bantuan cuma-cuma dari Pemkot Palembang.

"Pinjaman ini menyasar UMKM kategori menengah ke bawah. Kebanyakan UMKM di bidang penjualan makanan khas Palembang, seperti pempek dan tekwan," ucapnya.

Siti Halimah (52), pedagang makanan khas Palembang ini menjadi salah satu warga yang mendapatkan pinjaman tanpa kredit. Penjual pempek dan makanan lainnya ini sudah tiga tahun terakhir mencoba peruntungan di bisnis kuliner.

"Saya buat dan jualan pempek, model, tekwan, dan es bungkus. Pinjaman ini akan digunakan untuk menambah varian makanan saya," ungkap ibu empat anak ini.