Sukses

Keceriaan Anak Korban Banjir Pantura Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - Banjir menggenangi ribuan rumah yang berada di Desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon sejak akhir pekan lalu.

Warga terdampak banjir sibuk mengamankan sejumlah barang berharga mereka. Bahkan, sebagian besar warga terdampak banjir memilih bertahan di rumah masing-masing.

Namun, banjir tidak hanya dirasakan oleh masyarakat usia dewasa saja. Puluhan anak-anak terdampak banjir di Desa Wanakaya turut merasakan dampak banjir.

Hanya saja, anak-anak yang masih polos  tersebut memiliki cara sendiri dalam menghadapi bencana banjir itu. Mereka mengisi waktu dengan bermain air bersama teman-teman sebayanya.

"Mau sekolah juga tidak bisa kebanjiran jadi ya main air saja sama teman-teman," ujar Fahrul (9), salah seorang anak terdampak banjir di Desa Wanakaya, Kabupaten Cirebon , Senin, 12 Maret 2018.

Dia mengaku memilih bermain air bersama teman sebayanya hanya untuk mengisi waktu kosong. Rumah dan seisinya, sebagian besar terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan di Cirebon akhir pekan lalu.

 

2 dari 4 halaman

Pengawasan Orang Tua

Pantauan di lokasi, anak-anak terdampak banjir tampak mendapat pengawasan dari orangtuanya saat bermain air banjir. Mereka berenang di tengah genangan banjir, mulai dengan menggunakan ban hingga ember.

Senyum ceria anak-anak terdampak banjir membuat suasana di lokasi menjadi semarak. "Kalau waktunya makan ya makan tapi tidak lama mainan air setelah itu dibilas dengan air bersih," ujar Fahrul.

Meski demikian, keceriaan anak-anak bermain air yang menggenang di permukiman selalu mendapat pengawasan ketat dari para orangtua mereka. Tidak sedikit orangtua mereka juga ikut terbawa keceriaan anak-anak.

"Rumah tenggelam dan kami mengungsi ke tetangga yang tidak kena banjir anak juga mau main jadi saya buatkan perahu dari tempat mandi bayi yang dari plastik," kata Zaenal, salah seorang warga.

Zaenal bersama warga yang lain mengaku cara tersebut dianggap efektif untuk membuat anak-anak korban banjir tetap ceria. Menurut dia, anak-anak adalah generasi penerus, sehingga perlu mendapat perhatian.

Selain itu, kata dia, cara tersebut juga dianggap efektif agar sang anak bisa beraktivitas. Para orangtua, kata dia, tetap mengutamakan kesehatan anak di tengah bencana.

"Orangtua juga biar tidak kepikiran sekali karena kalau sudah lihat anak perasaan adem yang penting lagi anak saya tetap mau makan," ujar dia.

3 dari 4 halaman

1.400 Rumah Terendam

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir masih menggenangi permukiman di Desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, Senin, 12 Maret 2018. Warga terdampak banjir tampak sibuk mengungsi dan mengamankan barang berharga mereka.

Dari data yang didapat, hampir seluruh rumah di Desa Wanakaya Cirebon tenggelam. Dari data desa, tercatat sebanyak 1.400 rumah di Desa Wanakaya, Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Pantauan di lokasi, polisi sibuk melakukan evakuasi warga terdampak banjir Desa Wanakaya Cirebon. Tidak sedikit warga dibantu polisi mengevakuasi warga lansia ke pengungsian.

4 dari 4 halaman

Contra Flow

Banjir yang melanda ribuan rumah di Desa Wanakaya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon membuat sejumlah jalan di sepanjang jalur utara Cirebon macet.

Akibatnya, polisi melakukan contraflow untuk melancarkan arus lalu lintas di jalur Cirebon-Indramayu tersebut. Warga yang terdampak banjir terlihat membantu petugas kepolisian untuk melancarkan arus lalu lintas.

"Iya kami tidak tahu juga kalau banjir," kata salah seorang pengendara, Yani.

Yani bersama keluarga akan melakukan perjalanan ke Indramayu. Sementara, polisi berlakukan satu jalur dari Jembatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon sampai Desa Bondet Kabupaten Cirebon.

Saksikan video pilihan berikut ini: