Viral Anak Curhat Ibunya Meninggal Usai Ditolak di IGD, Ini Penjelasan RS

Unggahan soal dugaan penolakan pasien di IGD RSUD Abdul Moeloek viral. Pihak rumah sakit pun buka suara.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 22:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Unggahan seorang warganet yang mengaku ibunya diduga ditolak saat berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, viral di media sosial Threads. Curhatan tersebut memicu gelombang komentar dari masyarakat yang turut membagikan pengalaman pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung itu.

Dalam unggahan akun @orghaveeeee, pemilik akun mengaku sang ibu yang bernama Zulaiha akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya disebut tidak mendapatkan penanganan karena dinilai bukan pasien dalam kondisi darurat.

"Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD karena katanya kondisinya tidak darurat itu sekarang sudah meninggal. Setelah ditolak saya langsung ke rumah sakit lain, ternyata mama saya kurang darah empat kantong dan ada stroke di kepala kanan kiri," tulis akun tersebut.

Pemilik akun juga mengaku masih mengingat petugas medis yang menurutnya menyampaikan penolakan dengan nada kasar, meski melihat kondisi ibunya sudah sangat lemah.

Unggahan itu kemudian dibanjiri komentar warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku pernah mengalami pelayanan yang kurang memuaskan di RSUD Abdul Moeloek, bahkan ada yang menceritakan anggota keluarganya meninggal dunia saat menjalani proses persalinan.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek, dr. Yusmaidi menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat pelayanan maupun komunikasi petugas yang dirasakan kurang baik oleh keluarga pasien.

Namun, pihak rumah sakit membantah adanya penolakan terhadap pasien sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

"Hasil investigasi kami menunjukkan tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang datang ke RSUD Abdul Moeloek selalu diterima dan diperiksa. Tidak ada rumah sakit yang boleh menolak pasien," ujar dr. Yusmaidi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

 

Tetap Dilakukan Pemeriksaan

Menurutnya, pasien Zulaiha, 52 tahun, datang ke IGD pada 29 Juli 2026 setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit lain. Saat tiba di IGD, pasien tetap dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi pasien masih stabil meski tampak lemah. Petugas kemudian menyarankan agar pasien kembali berkonsultasi dengan dokter yang sebelumnya merawatnya karena riwayat penyakit dan data medis dinilai lebih lengkap di rumah sakit asal," jelasnya.

Pihak rumah sakit juga menyebut keluarga saat itu menyetujui saran tersebut.

Dia mengungkapkan, pasien datang tanpa membawa surat rujukan maupun dokumen medis yang lengkap sehingga dokter menyarankan kontrol ke rumah sakit sebelumnya untuk menghindari kesalahan diagnosis dan memastikan kesinambungan pengobatan.

 

Klarifikasi RSUD

Terkait klaim keluarga yang menyebut pasien mengalami kekurangan darah hingga empat kantong serta menderita stroke, pihak rumah sakit mengaku belum mengetahui kondisi tersebut saat pasien datang ke IGD.

"Kami tidak mengetahui terkait kekurangan darah empat kantong maupun stroke karena saat diperiksa pasien datang dalam kondisi lemah dan observasi kuning. Setelah diperiksa, keluarga disarankan kembali ke rumah sakit yang sebelumnya merawat," jelasnya.

Manajemen RSUD Abdul Moeloek juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Zulaiha dan menegaskan hasil pemeriksaan internal menunjukkan seluruh prosedur pelayanan yang dilakukan petugas IGD telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).