Sukses

Emak-Emak Penderita Jantung di Makassar Cemas Jelang Tahun Baru

Liputan6.com, Makassar - Emak-emak di Kota Makassar yang memiliki riwayat penyakit jantung merasa galau jelang pergantian tahun. Mereka terancam dengan dentuman petasan. 

Harlia (54), warga Antang Kecamatan Manggala, Makassar mengaku setiap jelang pergantian tahun selalu cemas seiring maraknya petasan yang dijual bebas.

"Hampir setiap jelang tahun baru apalagi di puncaknya, saya stres dengar suara petasan yang bikin jantung nyaris copot," katanya kepada Liputan6.com, Kamis (28/12/2017).

Seharusnya, kata Harlia, aparat bertindak tegas terhadap penjualan bebas petasan yang terang-terangan berjualan di beberapa ruas jalan protokol di Makassar.

"Setiap jelang pergantian tahun selalu ada dalam berita kalau polisi akan tindak penjual petasan tapi kenyataannya petasan terus beredar hingga merambah ke pemukiman warga," terang Harlia.

Ia berharap Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Umar Septono tegas dalam mengintruksikan jajarannya untuk menindaki penjualan bebas petasan yang sangat mengancam nyawa warga yang memiliki riwayat penyakit jantung.

"Tak boleh ada klasifikasi petasan ini yang dibolehkan atau tidak. Karena warga seperti saya ini yang paling terancam jika petasan berbunyi. Suaranya yang membuat jantung kami berdetak kencang dan akhirnya bisa setop," ujar Harlia, emak-emak yang sudah lama menderita sakit jantung tersebut.

 

Hal senada juga diungkapkan Andi Amin (49), seorang warga Jalan Cenderawasih, Makassar. Setiap detik-detik malam pergantian tahun, ia memilih berkeliling ke tempat yang tidak bising demi menghindari suara petasan yang diledakkan oleh kalangan remaja di area rumahnya.

"Malam pergantian tahun semua orang rayakan dengan kegembiraan. Tapi kami yang punya riwayat sakit jantung justru sebaliknya. Karena suara petasan yang besar dan tak henti-henti diledakkan," ungkap Amin.

Karena kegalauan tingkat tinggi itu, Amin pun tak luput terus berdoa dengan harapan agar malam tahun baru kali ini hujan turun. Dengan begitu, diakuinya, remaja tak lagi ada yang berkumpul dan meledakkan petasan dalam menyambut pergantian tahun kali ini.

"Polisi seharusnya tegas bertindak. Selamatkan kami yang punya riwayat penyakit jantung dari suara petasan yang bisa buat jantung kami setop. Hampir setiap tahun budaya petasan angat mengancam kami yang sakit jantung," ujar Amin.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran Polda Sulsel untuk menindak tegas terhadap peredaran petasan jelang hingga pergantian tahun baru tiba.

"Semua jajaran sudah diperintahkan untuk amankan perayaan pergantian tahun agar tetap kondisif. Salah satunya dengan menindaki penjualan petasan yang dampaknya sangat membahayakan tersebut. Itu sudah pasti akan kita tindak tegas dan Makassar kita akan pastikan aman dan kondusif," tegas Dicky.

Saksikan video pilihan di bawah ini: