Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-50 · Ayat 16

Qaf Ayat 16

Qaf · Makkiyah · 45 ayat

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Wa laqad khalaqnal-insāna wa na‘lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh(ū), wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd(i).

Arti

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah Maha Mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.

Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dan berkuasa penuh untuk menghidupkannya kembali pada hari Kiamat dan Ia tahu pula apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan. Bisikan hati ini (dalam bahasa Arab) dinamakan ḥadīsun nafsi. Bisikan hati tidak dimintai pertanggungjawaban kecuali jika dikatakan atau dilakukan.

Allah swt lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri. Ibnu Mardawaih telah meriwayatkan sebuah hadis dari Abū Sa‘īd bahwa Nabi saw bersabda:

نَزَلَ اللّٰهُ مِنِ ابْنِ اٰدَمَ أَرْبَعَ مَنَازِلَ هُوَ اَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الوَرِيْدِ هُوَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَهُوَ اٰخِدٌ بِنَاصِيَةِ كُلِّ دَابَّةٍ وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَمَا كَانُوْا. (رواه ابن مردويه)

Allah dekat kepada manusia (putra Adam) dalam empat keadaan; Ia lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya. Ia seolah-olah dinding antara manusia dengan hatinya. Ia memegang setiap binatang pada ubun-ubunnya, dan Ia bersama dengan manusia di mana saja mereka berada. (Riwayat Ibnu Mardawaih)

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.