Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-33 · Ayat 69

Al-Ahzab Ayat 69

Golongan Yang Bersekutu · Madaniyah · 73 ayat

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اٰذَوْا مُوْسٰى فَبَرَّاَهُ اللّٰهُ مِمَّا قَالُوْا ۗوَكَانَ عِنْدَ اللّٰهِ وَجِيْهًا ۗ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā takūnū kal-lażīna āżau mūsā fa barra'ahullāhu mimmā qālū, wa kāna ‘indallāhi wajīhā(n).

Arti

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Usai menyebutkan penyesalan orang-orang kafir ketika merasakan siksa neraka, Allah pada ayat-ayat berikut beralih menjelaskan larangan menyakiti orang lain dengan tuduhan palsu dan perkataan bohong. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang dari Bani Israil yang menyakiti hati Nabi Musa dengan berkata dusta. Nabi Musa sangat jauh dari tuduhan dusta tersebut, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

Tafsir Tahlili

Allah melarang kaum mukminin agar tidak berlaku seperti segolongan Bani Israil yang menyakiti Nabi Musa. Allah membersihkan beliau dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan kepadanya. Beliau adalah seorang yang mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di sisi Allah. Di dalam ayat ini tidak disebutkan bagaimana caranya mereka menyakiti Nabi Musa itu.

Dalam suatu riwayat tentang meninggalnya Harun, seperti diriwayatkan Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabarī dari Ibnu ‘Abbās dari Ali bin Abī Ṭālib bahwa beliau berkata, “Ketika Nabi Musa dan Harun naik ke gunung, Nabi Harun kemudian wafat. Orang-orang Bani Israil lalu marah kepada Nabi Musa, ‘Kamu telah membunuh Harun, padahal beliau orang yang lebih kami sukai daripada engkau’.”

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَسَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ذَاتَ يَوْمٍ قَسْمًا فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: إِنَّ هٰذِهِ الْقِسْمَةَ مَا أُرِيْدَ بِهَا وَجْهُ اللّٰهِ، فَأَحْمَرَّ وَجْهُهُ ثُمَّ قَالَ: رَحْمَةُ اللّٰهِ عَلَى مُوْسَى فَقَدْ أُوْذِىَ بَأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ. (رواه البخاري و مسلم)

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ūd bahwa Rasulullah saw pada suatu hari membagi-bagikan harta ganimah kepada sahabatnya, lalu ada seorang laki-laki dari kaum Ansar berkata bahwa pembagian itu tidak dimaksud untuk memperoleh keridaan Allah. Mendengar ucapan itu, Nabi saw tersinggung sampai merah wajahnya seraya berkata, “Semoga Allah merahmati Musa yang pernah disakiti orang lebih dari ini, tetapi beliau tetap berlaku sabar.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.