Cuma Rp 153 Ribu Sebulan, Biaya Operasional SUV Ini Bikin Kaget

Berdasarkan simulasi penggunaan kendaraan sejauh 30 kilometer per hari, biaya pengisian daya listrik SUV ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya BBM

Diterbitkan 19 Juni 2026, 20:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi membuat biaya operasional kendaraan semakin menjadi perhatian masyarakat. Selain harga kendaraan, biaya penggunaan harian kini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi total biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.

Di tengah tren elektrifikasi yang terus berkembang di Indonesia, iCAR V23 hadir sebagai salah satu SUV listrik yang menawarkan efisiensi penggunaan dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.

Tak hanya mengusung desain boxy yang khas, model ini juga menawarkan potensi penghematan biaya energi yang cukup signifikan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Salah satu keunggulan utama iCAR V23 terletak pada efisiensi biaya operasionalnya. Berdasarkan simulasi penggunaan kendaraan sejauh 30 kilometer per hari, biaya pengisian daya listrik SUV ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar kendaraan berbasis mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Untuk penggunaan harian sejauh 30 km, biaya charging iCAR V23 diperkirakan hanya sekitar Rp 153 ribu per bulan. Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan jarak tempuh yang sama membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp 1,218 juta per bulan.

Artinya, pengguna berpotensi menghemat sekitar Rp 1,06 juta setiap bulan hanya dari sisi biaya energi.

Efisiensi tersebut semakin terasa ketika dihitung dalam periode yang lebih panjang. Dalam satu tahun penggunaan, biaya energi iCAR V23 diperkirakan mencapai Rp 1,836 juta.

Sementara itu, biaya bahan bakar mobil bensin untuk jarak tempuh yang sama dapat menyentuh Rp 14,625 juta per tahun. Dengan demikian, pemilik iCAR V23 berpotensi menghemat sekitar Rp 12,8 juta setiap tahunnya.

Bagi konsumen yang menggunakan kendaraan sebagai sarana mobilitas harian, selisih biaya tersebut dapat menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran jangka panjang.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai efisiensi biaya operasional, dilakukan simulasi penggunaan kendaraan sejauh 30 kilometer per hari. Dalam skenario ini, perbandingan dilakukan antara mobil berbahan bakar bensin (ICE) dengan SUV listrik iCAR V23.

Hasilnya menunjukkan perbedaan biaya yang cukup mencolok sejak penggunaan jangka pendek hingga jangka panjang. Dalam satu bulan, pengguna mobil bensin harus merogoh kocek sekitar Rp 1,218 juta untuk kebutuhan bahan bakar.

Sementara itu, iCAR V23 hanya membutuhkan biaya pengisian daya sekitar Rp 153 ribu per bulan. Selisih ini menghasilkan potensi penghematan hingga sekitar Rp 1,06 juta setiap bulan.

Jika dihitung dalam skala tahunan, biaya energi mobil bensin untuk jarak tempuh yang sama dapat mencapai Rp 14,625 juta. Di sisi lain, iCAR V23 hanya memerlukan sekitar Rp 1,836 juta per tahun untuk kebutuhan listrik. Artinya, pengguna berpotensi menghemat hingga sekitar Rp 12,8 juta setiap tahun hanya dari pengeluaran energi.

Keuntungan tersebut semakin terasa ketika dihitung dalam periode lima tahun kepemilikan. Mobil bensin diperkirakan membutuhkan biaya bahan bakar hingga Rp 73,125 juta, sementara iCAR V23 hanya sekitar Rp 9,18 juta untuk pengisian daya listrik. Dengan demikian, selisih pengeluaran yang bisa dihemat mencapai sekitar Rp 63,9 juta.

Berdasarkan simulasi tersebut, biaya bahan bakar mobil bensin selama lima tahun diperkirakan mencapai Rp 73,125 juta. Sebaliknya, biaya pengisian daya iCAR V23 hanya sekitar Rp 9,18 juta.

Dengan kata lain, pengguna berpotensi menghemat hingga Rp 63,9 juta dalam periode lima tahun penggunaan.

 

Berani Tampil Beda

Selain menawarkan efisiensi biaya operasional, iCAR V23 juga tampil berbeda dibandingkan mayoritas SUV listrik yang saat ini beredar di pasar.

SUV listrik ini mengadopsi desain boxy yang terinspirasi dari kendaraan off-road, menciptakan tampilan yang tangguh sekaligus mudah dikenali di jalan.

Karakter desain tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan identitas visual kuat.

Tak hanya mengandalkan tampilan, iCAR V23 juga menawarkan ruang personalisasi yang cukup luas. Berbagai opsi kustomisasi memungkinkan pengguna menyesuaikan kendaraan sesuai kebutuhan, gaya hidup, hingga preferensi pribadi.

Sebagai SUV listrik modern, iCAR V23 dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan mobilitas. Kendaraan ini dapat digunakan untuk aktivitas harian di perkotaan sekaligus mendukung kegiatan rekreasi maupun petualangan akhir pekan.

Perpaduan desain SUV boxy bergaya off-road, fleksibilitas penggunaan, serta efisiensi energi menjadi nilai lebih yang ditawarkan model ini.

Dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan mobil bensin, iCAR V23 menjadi salah satu alternatif menarik bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik untuk penggunaan jangka panjang.

Kombinasi potensi penghematan hingga puluhan juta rupiah, desain yang ikonik, serta kemampuan personalisasi menjadikan iCAR V23 sebagai pilihan yang layak dipertimbangkan di tengah meningkatnya kebutuhan akan kendaraan yang efisien dan ekonomis.