Pahami Waktu yang Tepat Mengganti Ban Mobil

Kondisi ban mobil akan terus menurun seiring penggunaan, oleh karena itu kondisinya harus dicek secara berkala

Diterbitkan 08 Januari 2026, 16:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ban mobil memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara. Sayangnya, banyak pengendara yang baru menyadari pentingnya mengganti ban setelah muncul masalah, seperti kendaraan sulit dikendalikan. 

Padahal, ban mobil memiliki batas usia dan tingkat keausan yang tidak selalu terlihat secara kasat mata.

Seiring pemakaian, performa ban akan terus menurun meski masih tampak tebal. Faktor usia karet, kondisi jalan, beban kendaraan, hingga gaya berkendara turut memengaruhi daya cengkeram ban di aspal. 

Ban yang sudah melewati masa pakainya cenderung retak dan kehilangan elastisitas, sehingga tidak lagi optimal saat menghadapi jalan basah atau pengereman mendadak.

Tanda-tanda ban perlu diganti sebenarnya bisa dikenali sejak dini. Mulai dari kedalaman tapak yang menipis hingga menyentuh indikator TWI (Tread Wear Indicator), munculnya benjolan pada dinding ban, hingga getaran tidak wajar saat mobil melaju.

Bahkan, perubahan suara ban saat berkendara pun dapat menjadi sinyal adanya masalah.

Untuk info lebih lanjut, seperti yang dilansir dari laman Wuling, berikut adalah tanda-tanda ban mobil harus segera diganti.

1. Umur Ban Melebihi 3 Tahun

Komponen karet ban mobil seiring berjalannya waktu dapat mengalami penurunan kualitas. Terlebih jika usia ban mobil beranjak ke 3 hingga 5 tahun yang membuat elastisitas berkurang dan rentan pecah.

Jika usia ban sudah melewati batas ini, sebaiknya segera diganti untuk menghindari risiko di jalan.

2. Jarak Tempuh Capai 40.000 hingga 50.000 Km

Produsen ban mobil umumnya merekomendasikan penggantian ban ketika mobil telah menempuh jarak 40.000 hingga 50.000 Km.

Meski tampilan ban tampak baik, komponen karet yang terus bekerja dalam waktu yang panjang akan mengalami degradasi dan daya tahannya berkurang.

3. Ketebalan Ban Menipis 

Setiap ban memiliki Tread Wear Indicator (TWI), yaitu tanda batas keausan tapak ban. Jika ketebalan tapak ban sudah menyentuh batas TWI atau kurang dari 1,6 mm, daya cengkeram akan berkurang drastis, terutama di jalan basah.

Hal ini bisa menyebabkan mobil tergelincir atau mengalami aquaplaning.

4. Terdapat Benjolan, Retakan atau Lecet

Benjolan di permukaan ban menunjukkan kondisi struktur dalam ban sudah dalam kondisi rusak dan menyebabkan ban pecah tiba-tiba. 

Sementara kondisi retakan atau lecet pada ban menunjukkan usia ban yang sudah lama digunakan, sering terpapar panas matahari, hingga pernah terkena benda tajam yang dapat melemahkan kekuatan ban.

5. Ban Sering Ditambal

Jika ban sudah sering ditambal akibat kebocoran, maka sebaiknya ban diganti. Pasalnya, ban cenderung kehilangan daya tahan dan lebih mudah rusak saat melaju di jalanan yang kasar atau berlubang.

Cara Ganti Ban Mobil yang Benar

Mengganti ban mobil secara mandiri juga bisa dilakukan oleh para pengguna, terutama dalam kondisi darurat.

Dengan memahami prosedur yang baik dan benar mengganti ban mobil bukanlah hal yang sulit. Berikut adalah langkah-langkahnya. 

1. Siapkan Peralatan

Pastikan kendaraan diparkir di area yang datar dan aman, seperti bahu jalan atau tempat parkir.

Tak hanya itu, aktifkan rem tangan pada mobil agar mobil tidak bergerak. Peralatan yang dibutuhkan mencakup:

- Kunci roda atau lug wrench

- Dongkrak mobilPenyangga atau jack stand untuk keamanan tambahan

- Ban cadangan yang sesuai dengan spesifikasi mobil

- Sarung tangan untuk melindungi tangan selama proses penggantian

2. Mengendurkan Baut Roda Sebelum Mengangkat Mobil

Sebelum memanfaatkan dongkrak, longgarkan baut roda dengan menggunakan kunci roda atau kunci silang.

Putar baut dengan arah berlawanan dengan jarum jam sampai terasa longgar, tetapi jangan sampai dicabut sepenuhnya. Proses ini akan mempermudah penggantian setelah mobil terangkat.

3. Angkat Mobil Dengan Dongkrak

Letakkan dongkrak pada titik tumpu yang direkomendasikan pabrikan. Pompa atau putar dongkrak hingga ban terangkat 5 hingga 10 cm. Pastikan kondisi terangkat tersebut tetap stabil. 

4. Pasang Ban Baru

Setelah itu, lepaskan baut roda yang telah dikendurkan sebelumnya, kemudian tarik ban lama dan tempatkan ban baru pada poros roda. Sejajarkan dengan baut, lalu pasang kembali baut dengan tangan agar posisinya tepat. 

5. Kencangkan Baut

Turunkan mobil perlahan dengan dongkrak hingga ban mobil menyentuh permukaan tanah. Kemudian gunakan kunci roda untuk mengencangkan baut secara menyilang untuk keseimbangan ban. 

 

Â