Suzuki Investasi Rp 22 T, Jadikan Indonesia Basis Produksi Penting Setelah Jepang dan India

Kementerian Perindustrian menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem industri otomotif nasional

Diterbitkan 20 November 2025, 15:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem industri otomotif nasional. Salah satunya, adalah melaljui momentum ekspor kendaraan Suzuki dari Indonesia, yaitu Fronx dan Satria yang resmi mulai dikirim ke beberapa pasar Asia Tenggara.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Suzuki Indonesia dalam mendukung agenda pemerintah.

"Ekspor Suzuki Fronx dan Satria F150 bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga kebanggaan bangsa. Produk otomotif Indonesia terbukti mampu bersaing di pasar global dengan jangkauan hingga 100 negara," ujar Faisol, saat memberikan sambutan di seremoni ekpsor perdana Fronx dan Satria, di Plant Suzuki Cikarang, belum lama ini.

Sejak berdiri pada 1970, Suzuki Indonesia telah menanamkan investasi lebih dari Rp22 triliun dan menghasilkan lebih dari 3,2 juta unit mobil serta 11,8 juta unit motor.

Dua fasilitas produksinya di Tambun dan Cikarang memiliki kapasitas gabungan lebih dari 200 ribu unit per tahun, menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis Suzuki setelah Jepang dan India.

Ekosistem pemasok perusahaan ini juga melibatkan 873 perusahaan dengan transaksi rata-rata Rp5,45 triliun per tahun, di mana 32% merupakan UMKM. Tingkat kandungan lokal pun mencapai 63% untuk Fronx dan 82% untuk Satria F150.

Suzuki Indonesia menargetkan ekspor hingga 2027 mencapai 30.000 unit Fronx dan 150.000 unit Satria dalam bentuk CBU maupun CKD. Pencapaian tersebut diproyeksikan menambah kontribusi ekspor kendaraan roda empat sebesar 30 persen dan roda dua sebesar 60 persen terhadap total ekspor perusahaan.

Kinerja Sektor Industri

Momentum ini turut memperkuat kinerja sektor industri pengolahan non-migas yang pada Triwulan III 2025 tumbuh 5,54 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,04 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Wakil Menteri juga menegaskan bahwa langkah ekspor tersebut sejalan dengan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Suzuki Fronx yang membawa teknologi mild hybrid, dinilai menjadi bagian dari transisi menuju industri otomotif berkelanjutan, sekaligus mendukung target pemerintah dalam penurunan emisi karbon dan peningkatan daya saing global.

"Momentum ekspor ini adalah katalisator kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk meneguhkan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan ekspor kendaraan bermotor di tingkat regional maupun global," tutup Faisol.