Liputan6.com, Jakarta - Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengemudi, tetapi juga kedisiplinan dalam menerapkan budaya defensive driving. Di tengah kondisi lalu lintas yang semakin dinamis, pengendara dituntut untuk selalu waspada, mampu memprediksi potensi bahaya, serta mengambil keputusan tepat demi meminimalkan risiko kecelakaan.
Defensive driving sendiri merupakan teknik berkendara yang mengedepankan sikap proaktif dibandingkan reaktif. Dengan pendekatan ini, pengendara dituntut lebih antisipatif terhadap situasi di sekitar kendaraan sekaligus mampu membaca potensi risiko selama perjalanan.
Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, mengatakan bahwa potensi risiko di perjalanan selalu ada, terlebih saat volume kendaraan meningkat seperti pada periode libur panjang.
Advertisement
“Potensi risiko perjalanan selalu ada, termasuk saat lalu lintas meningkat, seperti pada periode libur panjang. Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisir potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving,” ujar Hariadi.
Untuk membantu menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, Suzuki membagikan sejumlah panduan sederhana dalam menerapkan defensive driving.
1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Sebelum melakukan perjalanan, pengemudi perlu memastikan kendaraan siap digunakan. Pemeriksaan meliputi kondisi ban, rem, lampu, wiper, hingga cairan kendaraan agar mobil tetap optimal selama perjalanan.
2. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain
Memberikan jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi situasi mendadak. Dengan ruang yang cukup, pengemudi memiliki waktu lebih banyak untuk bereaksi.
3. Gunakan Lajur Secara Tepat
Pengemudi juga diimbau untuk menghindari perpindahan lajur secara tiba-tiba. Pastikan selalu menyalakan lampu sein sebelum berpindah jalur agar pengguna jalan lain dapat mengantisipasi pergerakan kendaraan.
4. Pantau Kondisi Sekitar Kendaraan
Memeriksa kaca spion secara berkala membantu pengemudi mengetahui kondisi di sekitar kendaraan, termasuk area belakang dan blind spot yang kerap luput dari perhatian.
5. Kendalikan Kecepatan dan Emosi
Selain mematuhi batas kecepatan, pengendara juga perlu menjaga emosi selama berkendara. Mengemudi agresif justru meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
6. Istirahat Saat Tubuh Mulai Lelah
Jika konsentrasi mulai menurun, pengemudi disarankan beristirahat di rest area atau lokasi aman untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum melanjutkan perjalanan.
Smart e-Mirror Suzuki Bantu Tingkatkan Visibilitas
Selain perilaku berkendara yang baik, penggunaan perangkat pendukung kini juga menjadi perhatian para pengemudi.
Salah satunya adalah kamera pemantau perjalanan yang berfungsi sebagai alat dokumentasi sekaligus meningkatkan rasa aman saat berkendara.
Menjawab kebutuhan tersebut, Suzuki menyematkan fitur Smart e-Mirror pada New XL7 Alpha Hybrid. Fitur ini diklaim mampu membantu meningkatkan keselamatan berkendara melalui visibilitas yang lebih optimal.
1. Mengurangi Blind Spot
Kamera yang ditempatkan di pintu bagasi dengan sudut pandang lebar memungkinkan pengemudi melihat area belakang kendaraan lebih jelas, bahkan ketika kabin dipenuhi penumpang atau barang bawaan.
2. Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat
Tampilan visual yang terang dan stabil membantu pengendara merespons situasi jalan dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini menjadi nilai tambah dalam praktik defensive driving.
3. Rekaman Perjalanan Lebih Lengkap
Smart e-Mirror juga memiliki kemampuan merekam kondisi di depan dan belakang kendaraan. Kehadiran fitur ini dapat menjadi bukti dokumentasi apabila terjadi situasi tak terduga selama perjalanan.
“Kehadiran fitur ini menjadi relevan bagi konsumen yang membutuhkan visibilitas tambahan, terutama saat berkendara bersama keluarga, membawa barang bawaan, atau menempuh jalur antarkota dengan kondisi lalu lintas beragam,” jelas Hariadi.
Meski demikian, Suzuki menegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai pendukung. Kesigapan dan perilaku antisipatif pengemudi tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan di jalan.
“Teknologi dapat membantu perjalanan menjadi lebih aman, tetapi perilaku berkendara antisipatif tetap menjadi faktor penentu. Defensive driving membantu pengemudi tetap waspada dan terkendali dalam menghadapi berbagai situasi di jalan,” tutup Hariadi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296274/original/073062000_1784009598-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7260235/original/023000400_1780046429-IMG-20260529-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295984/original/006342200_1783998580-000_B8H387Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869219/original/061225400_1782930973-ko4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259945/original/018830500_1781522482-cropped-image1759206904195.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555103/original/058389200_1776142838-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_20.42.28.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980921/original/008401800_1729960661-20241026_233429.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3021408/original/007486200_1578991621-FUSO_CARE__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485835/original/069422600_1769565209-Parkir_Mobil_yang_Salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169566/original/015216000_1742537148-Perjalanan_mudik_keluarga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519207/original/072449000_1772535637-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509257/original/060081700_1771670420-Untitled_design__2_.jpg)