Keselamatan Jadi Kunci Efisiensi Logistik, Ini Strategi Pelaku Usaha Kelola Armada

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendukung keselamatan sekaligus efisiensi sektor logistik

Diterbitkan 11 April 2026, 12:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keselamatan kini menjadi fondasi utama dalam pengelolaan transportasi logistik di Indonesia. Pemerintah hingga pelaku industri sepakat, investasi pada aspek keselamatan justru mampu mendorong efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Substansi Angkutan Barang Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Adrian Tri Laksana, dalam diskusi bertajuk “Logistik Makin Efisien: Strategi Mengelola Armada di Tengah Tekanan Biaya” di booth Mitsubishi Fuso pada ajang GIICOMVEC 2026, Jakarta.

Menurut Adrian, regulator menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam kebijakan transportasi logistik.

“Fokus dari regulator adalah keselamatan. Kami sebagai regulator mengatur keselamatan, efisiensi itu bonusnya. Keselamatan memang investasi yang tidak murah, tetapi dengan investasi tersebut perusahaan justru bisa menghindari pembengkakan biaya jika terjadi kecelakaan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendukung keselamatan sekaligus efisiensi sektor logistik.

Beberapa di antaranya meliputi penggratisan uji KIR untuk kendaraan angkutan barang, pembatasan usia kendaraan maksimal 20 tahun, dorongan penggunaan GPS untuk pelacakan armada, serta larangan truk ODOL (over dimension dan overload).

Dengan kebijakan tersebut, diharapkan para pengusaha dapat memastikan armada dalam kondisi optimal.

“Jika kendaraan dalam kondisi baik dan aman, maka pada akhirnya akan lebih menguntungkan bagi perusahaan,” tambah Adrian.

Dari sisi pelaku usaha, General Manager Sales PT Batavia Prosperindo Trans Tbk atau Batavia Rent, Butar Tio, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan. Salah satu implementasinya adalah penggunaan suku cadang asli serta perawatan rutin kendaraan.

“Namun untuk mengubah mindset pengusaha itu jadi tantangan. Biasanya, pengusaha akan mencoba untuk menghitung ulang biaya-biaya yang tidak perlu,” jelasnya.

Padahal, menurut Butar, efisiensi logistik tidak bisa dicapai dengan memangkas biaya perawatan.

“Efisiensi yang sesungguhnya dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan mengelola, merawat, dan memantau kendaraan. Hal-hal itu bisa mengurangi cost, meski secara tidak langsung,” tegasnya.

 

Skema Rental Jadi Solusi Efisiensi

Batavia Rent sendiri mengandalkan maintenance rutin agar armada selalu dalam kondisi prima. Selain itu, perusahaan juga melakukan monitoring berkala bersama mitra produsen kendaraan.

“Dengan monitoring rutin, kami bisa memberikan laporan lengkap kepada pelanggan sehingga mereka bisa mengevaluasi pemakaian kendaraan dan meningkatkan efisiensi,” kata Butar.

Lebih lanjut, Butar menjelaskan bahwa skema rental kendaraan B2B dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin efisien tanpa harus menanggung seluruh biaya kepemilikan armada.

“Efisiensi bisa tercapai ketika perusahaan beralih dari kepemilikan ke skema rental. Dengan lebih dari 7.400 unit kendaraan, kami memiliki daya tawar lebih besar untuk layanan after-sales dan suku cadang,” ungkapnya.

Sementara itu, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, menyoroti pentingnya layanan purnajual dalam mendukung operasional logistik yang berjalan 24 jam.

“Operasional logistik ini tidak mengenal waktu, 24 jam harus siap. Tantangan bagi kami sebagai produsen adalah tidak hanya menyediakan kendaraan yang berkualitas, tetapi juga layanan after-sales yang mumpuni,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya fitur kendaraan berbasis teknologi, seperti sistem telematik pada Mitsubishi Fuso yang memungkinkan pemantauan kendaraan secara real-time, termasuk perilaku pengemudi.

“Sehingga mereka bisa mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki,” tutup Aji.