BMW Group Kebut Elektrifikasi, Kontribusi Penjualan Mobil Listriknya Terus Meningkat

Penjualan kendaraan listrik BMW Group kian meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pangsa kendaraan listriknya meroket hampir sepuluh kali lipat.

Diterbitkan 12 November 2025, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan kendaraan listrik BMW Group kian meningkat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pangsa kendaraan listriknya meroket hampir sepuluh kali lipat menandai pergeseran besar arus industri otomotif menuju era elektrifikasi

Kini, hampir seperlima dari seluruh mobil yang dijual BMW di dunia merupakan kendaraan berbasis listrik. Pasalnya, pangsa kendaraan listrik dalam total pengiriman BMW pada 2020 hanya 1,9 persen. Namun, angka itu meningkat signifikan hingga mencapai 17,4 persen pada 2024. 

Mengutip laman Bmwblog (7/11/2025), sejak Januari hingga September 2025, persentasenya bahkan lebih tinggi dan diperkirakan akan terus naik hingga akhir tahun.

Selama sembilan bulan pertama 2025, 18 persen dari seluruh mobil yang dijual oleh BMW Group tidak lagi menggunakan mesin pembakaran. Perlu dicatat, “BMW Group” mencakup tiga merek besar: BMW, MINI, dan Rolls-Royce.

Penjualan kendaraan listrik dari ketiga merek tersebut naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 323.437 unit.

Sementara itu, kendaraan hibrida plug-in (PHEV) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 27,6 persen atau 146.850 unit, yang mewakili 8,2 persen dari total penjualan.

Jika digabungkan, kendaraan elektrifikasi, baik EV murni maupun PHEV menyumbang lebih dari seperempat total volume penjualan grup, yaitu 26,2 persen atau sekitar 470.287 mobil.

Saat ini, hanya BMW yang masih menjual PHEV, karena MINI telah menghentikan produksinya sejak berakhirnya generasi sebelumnya dari Countryman.

Rumor Model Baru dan Target Jangka Panjang BMW Group

Lonjakan penjualan kendaraan listrik ini bahkan terjadi sebelum hadirnya model baru seperti iX3 dan menjelang peluncuran besar-besaran lini Neue Klasse.

Pangsa kendaraan tanpa emisi diperkirakan akan tumbuh lebih substansial dalam beberapa tahun mendatang.

Pada 2026 saja, BMW berencana meluncurkan beberapa model listrik baru seperti i3, iX4, iX5, dan pembaruan tengah siklus untuk i7.

Selain itu, prototipe iX1 generasi berikut yang sepenuhnya berbasis Neue Klasse sudah mulai beredar.

Tak berhenti di situ, menjelang akhir dekade, BMW juga diperkirakan menambah jajaran model listriknya dengan iX7, i3 Touring, serta versi entry-level baru.

Meski begitu, mencapai target jangka panjang tetap menjadi tantangan tersendiri. 

BMW Group menargetkan agar kendaraan listrik dapat menyumbang lebih dari 50 persen total penjualan tahunan pada akhir dekade ini, sebuah ambisi besar yang mencerminkan arah masa depan industri otomotif global.