Bukan Hanya untuk Supercar, Mesin V8 Baru Toyota Dapat Dipasang di Berbagai Model

Mesin V8 baru Toyota memang sering dibahas dalam konteks Supercar. Namun, Mesin berkapasitas besar ini rupanya berpotensi untuk digunakan di berbagai jenis kendaraan.

Diterbitkan 09 November 2025, 09:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mesin V8 baru Toyota memang sering dibahas dalam konteks Supercar. Namun, Toyota tampaknya ingin melangkah lebih jauh dengan mesin V8 yang tak hanya diperuntukkan bagi supercar. Mesin berkapasitas besar ini rupanya berpotensi untuk digunakan di berbagai jenis kendaraan.

Disitat dari laman Motor1 (5/11/2025), Kepala Divisi Powertrain Toyota menjelaskan bahwa secara teknis, mesin V8 terbaru memungkinkan untuk dipasang di bawah kap Land Cruiser (LC300) karena modularitas yang tinggi di antara mesin-mesin baru Toyota.

Uehara bahkan menyebut blok mesin V8 memiliki kemiripan dengan mesin 2.0 liter turbo yang sedang diuji pada prototipe GR Yaris M, di mana unit empat silinder tersebut dipasang di belakang pengemudi. Artinya, mesin-mesin terbaru Toyota kini dirancang dengan fleksibilitas tinggi agar bisa digunakan di berbagai jenis kendaraan.

Lebih menarik lagi, Uehara mengungkapkan bahwa mesin V8 ini dapat direkayasa sebagai diesel hybrid penuh, meski belum dikonfirmasi apakah akan digunakan oleh merek ultra-luxury baru milik Toyota. Namun, mengingat statusnya sebagai mesin unggulan, hal itu tampaknya sangat mungkin.

Secara teknis, mesin V8 4.0 liter twin-turbo ini pada dasarnya merupakan gabungan dari dua mesin empat silinder 2.0 liter. Toyota diperkirakan akan mulai menggunakannya pada Lexus Sport Coupe dan Toyota GR GT, yang dijadwalkan debut pada 4 Desember 2025.

Alasan Toyota Memilih Konfigurasi Mesin V8

Menurut Uehara, alasan pemilihan konfigurasi V8 berkaitan dengan kebutuhan tenaga maksimum dan desain ruang bakar.

“Jika kita menetapkan daya maksimum yang dibutuhkan, kita juga harus memperhatikan desain RPM maksimum serta ruang bakar. Dari situ kami memilih V8,” jelasnya.

Meski angka tenaganya belum diumumkan, para insinyur menargetkan lebih dari 400 hp untuk versi empat silinder turbocharged-nya.

Dengan kemampuan hibridisasi dan kepatuhan terhadap standar emisi ketat, mesin ini bisa menjadi opsi menarik bagi model besar seperti Land Cruiser, Sequoia, dan Tundra. 

Toyota sendiri menegaskan bahwa mesin V8 baru ini tidak akan bergantung pada sistem PHEV (Plug-in Hybrid), melainkan akan hadir sebagai hibrida konvensional.

Mengenai strategi tersebut, Toyota memiliki tujuan yang jelas untuk mencapai skala ekonomis melaui mesin barunya. Dengan menawarkannya pada kendaraan selain supercar bervolume rendah, niscaya akan membuat investasi ini lebih berharga.