Saingi Toyota dan BYD, Chery Pamer Baterai Solid-State Paling Canggih di Tiongkok

Dalam gelaran Chery Global Innovation Conference 2025 yang berlangsung pada 18 Oktober lalu di Wuhu, Chery resmi memperkenalkan modul baterai solid-state pertamanya yang dikembangkan secara internal

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 08:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery Automobile, kembali menunjukkan taringnya di ajang inovasi teknologi global. Dalam gelaran Chery Global Innovation Conference 2025 yang berlangsung pada 18 Oktober lalu di Wuhu, Chery resmi memperkenalkan modul baterai solid-state pertamanya yang dikembangkan secara internal.

Tak main-main, prototipe baterai ini memiliki kepadatan energi hingga 600 Wh/kg, salah satu yang tertinggi yang pernah diumumkan oleh pabrikan otomotif asal Tiongkok hingga saat ini.

Dilansir Carnewschina, teknologi ini dikembangkan langsung oleh Chery Solid-State Battery Research Institute, menggunakan sistem elektrolit padat polimer yang dipolimerisasi in-situ dan material katoda lithium-rich mangan.

Menariknya, baterai ini diklaim tetap stabil dan tidak terbakar meski telah melewati berbagai pengujian ekstrem, seperti penusukan paku hingga bor listrik. Hasilnya, tidak ada api atau asap yang muncul, indikator penting dari segi keselamatan.

Dengan kapasitas tersebut, kendaraan listrik (EV) yang menggunakan baterai ini berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.500 km dalam sekali pengisian, dengan estimasi jarak tempuh realistis mencapai sekitar 1.300 km. Ini bisa menjadi lonjakan besar dibandingkan dengan jangkauan EV saat ini yang rata-rata masih berada di kisaran 400–700 km.

Chery menyatakan bahwa proyek ini akan memasuki tahap uji coba pada 2026, dengan rencana produksi lebih luas di 2027. Jika target ini tercapai, Chery berpotensi mengungguli rivalnya seperti BYD dan CATL yang juga menargetkan produksi solid-state berskala kecil di tahun yang sama.

Langkah agresif Chery di sektor baterai masa depan ini juga ditopang oleh performa keuangan dan ekspor yang impresif. Pada September 2025, Chery berhasil mengekspor 137.624 unit kendaraan, naik 26,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan bulan kelima berturut-turut di mana ekspor Chery menembus angka 100 ribu unit.

Tak hanya itu, pendapatan semester pertama 2025 Chery mencapai 141,6 miliar yuan atau sekitar USD 19,5 miliar, meningkat 26,3 persen secara tahunan.

Tonggak Penting Perusahaan

Usai melantai di Bursa Hong Kong melalui IPO terbesar untuk sektor otomotif Tiongkok tahun ini, Chery mengalokasikan 35 persen dana IPO untuk R&D kendaraan dan 25 persen untuk pengembangan teknologi generasi berikutnya, termasuk baterai solid-state ini.

Langkah Chery ini terjadi di tengah perlombaan global menuju komersialisasi baterai solid-state. Toyota, misalnya, baru saja menjalin kerja sama dengan Sumitomo Metal Mining untuk mempercepat produksi material katoda baterai solid-state miliknya.

Menurut laporan EVTank, pengiriman baterai solid-state global diproyeksi mencapai 614 GWh pada 2030, atau lebih dari 10 persen dari total produksi baterai, dengan nilai pasar melebihi 250 miliar yuan (USD 34 miliar).

Penelitian serupa juga tengah berkembang di Tiongkok. Tim dari Universitas Tsinghua baru-baru ini berhasil mengembangkan sel solid-state 604 Wh/kg yang tahan suhu tinggi dan tusukan, membuktikan potensi aplikasi massal meski biaya produksi masih tinggi, yakni sekitar 2,8 kali lipat lebih mahal dari baterai lithium-ion konvensional.

Dengan pengungkapan modul solid-state 600 Wh/kg ini, Chery mencatatkan tonggak penting dalam teknologi baterai EV.

Jika berhasil diproduksi massal, teknologi ini bukan hanya akan menggandakan jangkauan rata-rata kendaraan listrik saat ini, tapi juga memperkuat posisi Tiongkok sebagai pemimpin dalam inovasi baterai generasi baru.