Tangki Motor Cepat Berkarat, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jangan tunggu indikator E baru isi bensin! Tangki motor yang dibiarkan kosong bisa memicu karat dan bikin mesin cepat rusak.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengendara motor punya kebiasaan menunggu indikator bensin menunjukkan huruf E baru mengisi bahan bakar. Sekilas terlihat sepele, tapi kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mesin, terutama pada bagian tangki bensin.

Tangki bensin yang dibiarkan kosong atau hampir kosong berisiko mengalami karat, yang bisa berujung pada kerusakan komponen lain. Agar lebih paham, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Kondensasi dalam Tangki

Saat tangki dibiarkan kosong, ruang udara di dalamnya akan memicu kondensasi.

Proses inilah yang menghasilkan butiran air, dan dalam jangka panjang bisa menimbulkan karat di dalam tangki

2. Endapan Karat Masuk ke Sistem Bahan Bakar

Karat yang terbentuk di dalam tangki mudah mengendap di bensin.

Lama-kelamaan, serpihan karat bisa masuk ke fuel pump (pompa bensin) dan mengganggu aliran bahan bakar

3. Gangguan Proses Pembakaran

Jika karat sudah bercampur dengan bensin, proses pembakaran jadi tidak sempurna.

Akibatnya, mesin lebih sering tersendat, boros bahan bakar, bahkan motor bisa mogok tiba-tiba.

Cara Mencegah Tangki Bensin Berkarat

Dilansir dari laman resmi Suzuki, Selasa (30/9/2025), berikut beberapa langkah sederhana untuk mencegah tangki bensin motor dari karat:

1. Isi Bahan Bakar Sebelum Setengah Tangki Habis

Biasakan mengisi bensin ketika indikator sudah mendekati 50 persen. Dengan tangki yang selalu terisi, risiko kondensasi dan karat bisa diminimalkan.

2. Lakukan Pengurasan Jika Sudah Berkarat

Jika tangki sudah terlanjur berkarat, sebaiknya lakukan pengurasan total di bengkel profesional. Proses ini membantu membersihkan endapan karat agar tidak masuk ke pompa bensin.

3. Penanganan Karat Parah

Untuk kondisi karat yang sudah parah, tangki biasanya harus dibelah dan dibersihkan manual dengan sikat kawat, kemudian disambung kembali. Meski lebih rumit, cara ini efektif mengembalikan fungsi tangki.