Sukses

Tata Motors Menggila, 10 Mobil Listrik Siap Diluncurkan hingga 2030

Liputan6.com, Jakarta - Tata Motors saat ini tengah mengerjakan sejumlah mobil listrik baru untuk pasar India, termasuk Curvv EV baru dan konsep Avinya EV yang akan melakukan debutnya setelah 2025.

Disitat dari GaadiWaadi, Rabu (10/8/2022), Tata Motors saat ini menawarkan dua mobil dalam portofolio listriknya, yaitu Tata Nexon EV dan Tata Tigor EV.

Selain itu, baru-baru ini juga meluncurkan Tata Nexon EV Max baru untuk konsumen yang menginginkan versi mewah dari sebuah SUV listrik dengan jangkauan yang lebih jauh dan kinerja yang lebih baik.

Tata Nexon EV saat ini merupakan mobil listrik terlaris di India, dengan lebih dari 80 persen pangsa pasar di segmen kendaraan ramah lingkungan.

Produsen mobil asal Negeri Bollywood kini berupaya meluncurkan mobil listrik baru untuk memberikan persaingan yang kuat kepada para pesaingnya.

Selain menyiapkan berbagai model baru, sebagai sebuah grup, Tata juga siap membangun pabrik baterai baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal tersebut, disampaikan oleh Pimpinan Perusahaan, Natarajan Chandrasekaran.

Disitat dari Reuters, pabrik baterai ini untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, dan juga memperkuat rencana untuk meluncurkan 10 model mobil listrik pada 2025 hingga 2030.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Pabrik baterai

Selain itu, Tata Motors juga akan mengikuti upaya pabrikan otomotif global yang mengejar strategi nol emisi untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan iklim yang kian ketat.

"Tekanan transisi iklim akan meningkat, tenggat waktunya pun semakin sempit," ujarnya sembari menambahkan Tata Grup segera mengumumkan tujuan untuk menjadi perusahaan yang netral karbon.

Sementara itu, rencana pabrik baterai ini merupakan bagian dari strategi yang lebih, agar perusahaan lebih siap di masa depan melalui investasi di sektor energi terbarukan, hidrogen, solusi penyimpanan dan ekonomi sirkular.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS